Polres Gelar Sosialisasi Paham Anti Radikal

0
7

Pandeglang, Badakpos.com- Dalam rangka mengantisipasi penyebaran paham radikal di Kabupaten Pandeglang, apalagi Pandeglang merupakan wilayah yang pernah dijadikan sebagai tempat pelatihan teroris dan beberapa pelaku teror pernah ditangkap, Polres Pandeglang menggelar Sosialisasi Paham Anti Radikalisme di Aula Divia Cita, (02/08/2017).

“Pandeglang terkenal dengan julukan seribu kiyai sejuta santri, masyarakatnya memegang teguh nilai Islam dalam berbangsa dan bernegara, walaupun sebagian kecil masyarakat Pandeglang terpengaruh atau tersusupi oleh paham-paham radikal. Hal ini dibuktikan dengan adanya di wilayah Kecamatan Saketi dijadikan tempat latihan militer dan tertangkapnya pelaku teroris di Cilegon yang merupakan warga Saketi dan Labuan,” ungkap Kapolres AKBP Ary Satriyan saat menyampaikan sambutannya.

Ia melanjutkan, seluruh elemen masyarakat baik dari ulama dan instansi terkait diharapkan untuk bersinergi melakukan deteksi dini mencegah penyebaran paham-paham radikal.

“Saya mengajak seluruh elemen masyakat untuk kerja sama melakukan pencegahan radikalisme,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pandeglang Amin menuturkan, tupoksi Kemenag yaitu meningkatkan kualitas kerukunan umat bergama dan tentunya hal ini harus dikordinasikan dengan stakeholders yang ada, termasuk organisasi masyarakat lainnya.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah, keselamatan secara nasional terkhusus Kabupaten Pandeglang, sehingga kondusif,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Pandeglang T.b Hamdi Ma’ani menjelaskan, radikal berkaitan erat dengan 3 unsur, yaitu lemahnya ilmu, lemahnya iman, dan dan lemahnya amal.

“Lemahnya iman adalah tugas dari ulama. Jika merasa dekat dengan Allah, manusia akan merasa Allah selalu mengawasi setiap tindakan yang akan dilakukan,” sambungnya.

Ia menghimbau, jika masyarakat ingin menyampaikan pendapat di muka umum, seyogyanya dilakukan dengan penuh tata krama. “Menyampaikan aspirasi melakui aksi unjuk rasa tidak ada salahnya karena hal tersebut dilindungi oleh Undang-Undang, tetapi dalam melakukan aksi harus berakhlatul karimah, tidak boleh mencaci maki dan berikan masukan-masukan yang terbaik,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here