Puluhan Mahasiswa Demo Dilokasi Pembangunan Jalan Bama-Pagelaran

Pandeglang, Badakpos.com – Berjumlah puluhan aktivis mahasiswa yang sedang melakukan demo di Desa Bama, atau lebih tepatnya dilokasi pembangunan jalan Bama -Pagelaran, kecamatan Pagelaran, kabupaten Pandeglang nyaris bentrok dengan warga sekitar, pâsalnya kedua belah pihak baik yang mendukung pembangunan jalan têrsebut dengan pendemo saling berhadapan.

Sekitar jam 10.00 WIB, berjumlah puluhan aksi gelar orasi di ujung pembangunan betonisasi (cor) jalan raya Bama-Pagelaran di Desa Bama, ditempat yang sama puluhan warga sekitar mendukung proses pembangunan yang jumlahnya melebihi dari masa pendemo, juga berkumpul di dekat kantor Desa Bama untuk menghadang demonstran sambil membawa banner (spanduk) yang bertuliskan dukungan pembangunan jalan têrsebut, pantauan badakpos.com, Kamis (13/9/2018).

Pada saat itu kedua kelompok masa nyaris ricuh (bentrok), namun pihak kepolisian baik dari pihak Polres Pandeglang maupun Polsek Pagelaran yang mengawal jalanya aksi sigap melerai kedua belah pihak yang hampir ricuh.

Sementara Ahmadi rewok salah satu orator aksi dalam orasinya mendesak proses pembangunan jalan tersebut dipercepat, karena kata dia banyak warga yang mengeluh atas ditutupnya arus lalu lintas selama proses pembangunan jalan.Tidak hanya itu sâja, dia juga menuding bahwa kepala Desa(Kades) Bama sebagai pelaksana pembangunan jalan tersebut.
“Kami meminta proses pembangunan jalan dipercepat supaya arus lalu lintas di jalur Bama -Pagelaran kembali, juga warga atau masyarakat bisa segera menikmati hasil pembangunan”, ungkapnya.

Rismawan Kades Bama saat ditemui wartawan di kantor Desa menuturkan, bahwa dia membantah atas tudingan dari kelompok demonstran têrsebut, yang menyebut dirinya sebagai pelaksana pembangunan jalan Bama -Pagelaran tersebut.

Namun kata Kades, sebagai kepala wilayah di Desa Bama pihaknya senantiasa mendukung proses pembangunan yang ada di desanya têrsebut, baik dari kabupaten ataupun provinsi, sebab pembangunan jalan itu merupakan kebutuhan masyarakat, tuturnya.

Lanjut Kades Bama, kapasitas dirinya dirinya sebagai kepala desa hanya sebatas ikut mengawasi, mengawal dan mensukseskan program pembangunan dari pemerintah.
“Kami ingin program pembangunan jalan Bama -Pagelaran sukses dan masyarakat bisa menikmatinya, maka dari itu warga Bama jangan sampai ada yang terprovokasi oleh para pendemo itu, kata Rismawan Kades Bama.

Saat ditanya para wartawan apakah dengan adanya aksi demo itu bisa mengganggu terhadap proses pembangunan, dirinya mengaku amat sangat mengganggu, sebab hal itu sama dengan meresahkan masyarakat, bahkan sudah mencemarkan nama baik.Karena dirinya telah diisukan sebagai pelaksana kegiatan, yang padahal kapasitas dirinya sebagai Kades hanya mengawal dan mengsukseskan proses pembangunan tersebut, tutup Rismawan.

Setelah sekitar 1 jaman para beorasi, para pendemo yang mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian membubarkan diri, juga dari kelompok masyarakat yang mendukung pembangunan membubarkan diri dengan tertib. (BP11).

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *