Puskesmas Carita Laksanakan Lokmin Triwulan Pertama

0
1

Pandeglang, Badakpos.com – Bertempat di aula Puskesmas Carita kecamatan Carita, lokakarya mini triwulan pertama tahun 2020 lintas sektoral di gelar, berdasarkan pantauan Badakpos.com pada senin (24/2).

Pada kesempatan tersebut, kepala Puskesmas (Kapus) Carita Tien Sulaisiah mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah supaya adanya dukungan atau partisipasi lintas sektoral kepada kami (Puskesmas-red) terutama dibidang kesehatan terkait standar pelayanan minimal (SPM) supaya bisa mencapai target seratus persen.

“Karena didalamnya harus ada dukungan atau keterlibatan secara pul(penuh)dari Muspika, pihak desa, kader, ketua penggerak PKK tingkat kecamatan dan desa, ketua majelis ta’lim dan porum karang taruna, bidang kesehatan ibu dan anak, Kesling, P2P serta Promkes penyakit menular supaya target ini meningkat terutama terkait SPM terang,” Kapus Carita.

Masih dikatakan Kapus Carita, bahwa saat ini masih ada PR bersama terkait penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung di desa Sukanegara, “itu menjadi target minggu ini untuk evakuasi, padahal ODGJ itu sebenarnya sudah sembuh dan tidak membuat gaduh bagi masyarakat sekitar, Dan pihak petugas kesehatan sejak tahun 2017 sudah menangani ODGJ itu secara rutin, baik secara terapi, pemberian obat juga suntik,” imbuh Tien Sulaisiah.

Ditambahkan Kapus, terkait kasus Deman berdarah dengue(DBD) ada peningkatan jumlah , yang tadinya dari akhir desember 2019 hingga awal januari 2020 sekitar 9 orang di desa Sukanagara bertambah jadi 20 orang yang tersebar di desa Pejamben, Carita, sukareme, sukajadi dan Banjarmasin, tetapi semua sudah bisa ditangani juga tidak menyebabkan kematian atau KLB.

Pihaknya akan bersama-sama dengan pihak desa dan kecamatan Carita untuk membudayakan lagi selasa atau jumat bersiah, dengan demikian pemberantasan sarang nyamuk(PSN)bisa berjalan maksimal, karena PSN merupakan program dari jumat bersih, pungkas Kapus Carita.

Ditempat yang sama, camat Carita Marda menuturkan, bahwa jangan sampai terjadi ibu melahirkan di tangani dukun paraji, semua harus di bidan desa atau puskesmas yang sudah dilengkapi dengan alat kesehatan, ini untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan. (BP1).

Komentar dibawah ini