Puskesmas Jiput Gelar Kemitraan Bidan Dan Paraji

0
2

Pandeglang, Badakpos.com – Unit Pelaksana Teknis  Pukesmas Jiput menggelar agenda kemitraan anatara penolong persalinan tradisional atau sering di sebut Paraji dan bidan desa, di aula Puskesmas Jiput, Kamis (3/10).

Perlu diketahui, dibeberapa daerah,  keberadaan paraji adalah merupakan sosok orang kepercayaan warga dalam menolong persalinan, sosok yang dihormati dan berpengalaman, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat pedalaman.

Berbeda dengan keberadaan bidan, yang rata-rata masih muda dan seluruhnya belum mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Sehingga perlu dicari suatu kegiatan yang saling menguntungkan antara bidan dengan paraji, dengan harapan pertolongan persalinan akan berpindah dari paraji ke bidan yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan (Alkes) lengkap serta steril, sehingga resiko kematian ibu dan anak menurun bahkan tidak terjadi lagi, ini perlunya kerja sama atau kemitraan antara tenaga kesehatan (bidan) yang kompeten dengan paraji.

Mila Karmila Kasubag TU Puskesmas Jiput, saat ditemui mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini adalah agenda tahunan dan selalu dilaksanakan rutin tiap tahun.

Dilanjutkan Mila Karmila, bahwa dengan adanya kegiatan ini, untuk menjalin kemitraan bidan dan paraji saat menolong persalinan warga, dan setiap warga yang akan melahirkan harus dilakukan di fasilitas kesehatan(faskes), diantaranya di Poskesdes, Pustu dan Puskesmas, ini adalah untuk meminimalisir resiko kematian ibu dan anak.

Masih dikatakan Mila, “sesuai aturan, bahwa untuk menolong persalinan harus dengan 6(enam)tangan, semoga dengan adanya agenda kemitraan bidan dan paraji, bisa menjadikan berbagi pengalaman bagi semua juga saling mendukung dan melengkapi,” tutupnya.

Terpisah, salah satu warga kecamatan Jiput, yang enggan disebut namanya mengatakan, bahwa keberadaan paraji atau dukun anak masih dibutuhkan oleh warga sekitar, jumlah paraji per desa bisa satu orang hingga tiga.

“Biasanya keahlian paraji adalah warisan turunan dari orang tuanya, kalau profesi bidan hasil sekolah atau pendidikan, baiknya keduanya melakukan kolaborasi tugas agar mengurangi resiko”, terangnya.(BP11).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here