Ramadhan Ke-20 : Belajar Bahasa Arab untuk Non Pesantren

0
11

Oleh: Destika Cahyana, SP, M.Sc

Penulis Adalah : Kandidat Doktor Institut Pertanian Bogor, Ketua Litbang Program DPP GEMA Mathla’ul Anwar

Kita sudah belajar rumus 1 hingga rumus 3 dengan berbagai modifikasinya. Kita juga telah belajar kata ganti (dhamir) sebagai subjek (mubtada).

Kata ganti yang telah kita pelajari itu disebut kata ganti yang terpisah atau yang berdiri sendiri. Kata ganti yang terpisah disebut dhamir munfasil.

Mari kita ulang 14 macam dhamir munfasil:

هو، هما، هم، هي، هما، هن، أنت، أنتما، أنتم، أنت، أنتما، أنتن، أنا، نحن.

Sering-seringlah baca 14 dhamir munfasil sehingga kita bisa hapal sesuai urutan secara otomatis tanpa menghapal.

Kini kita akan belajar kata ganti (dhamir) yang bersambung dengan kata benda (isim) seperti pada rumus 1, tetapi tentu saja dengan sedikit modifikasi. Kata ganti yang bersambung dengan kata benda disebut dhamir muttasil.

Pada pembahasan kali ini dhamir muttasil berfungsi sebagai kata ganti milik. Tak usah bingung, mirip dengan perbedaan fungsi I, You, We, They, He, She, It dengan My, Your, Our, Their, His, Her, dan Its dalam Bahasa Inggris.

Bedanya dalam B. Inggris kita lazim menghapal dari saya (I, My), maka dalam B. Arab kita lazim menghapal dari dia laki-laki (هو، ه). Itu hanya metode mempermudah saja yang lazim digunakan para pengajar bahasa

Gampang bukan membedakannya? Mari kita mulai:

Untuk memudahkan kita gunakan rumus 1 seperti kita pelajari di hari ke-13.
Rumus:
Kata benda 1 (kb) + kata benda 2 (kb)
Subyek + Predikat

اسم 1 + اسم 2
م + خ

Kita akan membuat kalimat:
“Buku (milik) dia (1 laki-laki)”

Dalam Bahasa Arab ditulis dengan cara buang tanda baca tanwin, ganti dengan dhomah, tambahkan huruf ha, beri tanda baca dhamah:
كِتَابٌ + هُ
كتابُهُ (betul)
Bukan ditulis:
هو كتابٌ (salah)

Di bawah ini padanan kata ganti yang terpisah dengan yang bersambung. Baca berulang-ulang, hingga hapal otomatis.

هو، هُ
هما، هُمَا
هم، هُمْ
هي، هَا
هما، هُمَا
هن، هُنَّ
أنت، كَ
أنتما، كُمَا
أنتم، كُمْ
أنت، كِ
أنتما، كُمَا
أنتن،كُنَّ
أنا، ي
نحن. نَا

Agar lebih paham, lihat contoh ini:
Pena (milik) dia (1 laki-laki)
قَلَمٌ + هُ
قلمُهُ

Pena (milik) dia (2 laki-laki)
قلمُهُمَا

Pena (milik) dia (banyak laki-laki)
قلمُهُمْ

Pena (milik) dia (1 perempuan)
قَلَمٌ + هَا
قلمُهَا

Pena (milik) dia (2 perempuan)
قلمُهُمَا

Pena (milik) dia (banyak perempuan)
قلمُهُنَّ

Pena (milik) kamu (1 laki-laki)
قَلَمٌ + كَ
قلمُكَ

Pena (milik) kamu (2 laki-laki)
قلمُكُمَا

Pena (milik) kamu (banyak laki-laki)
قلمُكُمْ

Pena (milik) kamu (1 perempuan)
قَلَمٌ + كِ
قلمُكِ

Pena (milik) kamu (2 perempuan)
قلمُكُمَا

Pena (milik) kamu (banyak perempuan)
قلمُكُنَّ

Pena (milik) saya
قلمِي

Pena (milik) kami
قلمُنَا

Mudah bukan? Bila sudah paham, pola tersebut dapat dikembangkan dengan diterapkan pada rumus 2 dan rumus 3.

Contoh:
Pena kamu adalah kecil yang bagus di atas meja.
قلمُكَ + صغيرُ + جميلٌ + علي + المكتبِ
قلمُكَ صغيرُ جميلٌ علي المكتبِ

Penting!
Kata benda (isim) yang disambung dengan kata ganti bersambung (dhamir muttasil) selalu bentuk awalnya isim nakirah (tanpa alif lam), tetapi bila telah bersambung maka statusnya tetap isim ma’rifah meskipun tanpa alif lam.

Contoh:
قَلَمٌ + كَ (betul)
قَلَمُكَ (betul)

القَلَمُ + كَ (salah)
القَلَمُكَ (salah)

Gampang bukan?
Mari kita latihan membuat paragraf dalam B. Arab:

Latihan 1:
Rumah dia (1 laki-laki) besar. Rumah dia (1 perempuan) bagus. Rumah kamu (1 laki-laki) tinggi. Rumah kamu (1 perempuan) kecil. Rumah kami bagus di Palembang.

Latihan 2:
Ibu kamu (1 laki-laki) adalah pintar. Ibu kamu (1 perempuan) adalah baik. Ibu dia (1 laki-laki) adalah tinggi. Ibu dia (1 perempuan) adalah cantik. Ibu saya adalah rajin. Ibu kami adalah guru.

Latihan 3:
Buat dalam B. Arab:
Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan dia, Tuhan kami.

Kosakata:
Ibu: الأُمُّ
Tinggi: العَالِيُ
Tuhan: الرَّبُّ

Bersambung
(BP12/MG)

Komentar dibawah ini