Ramadhan ke-22 : Bahasa Arab untuk Non Pesantren

0
3

Oleh: Destika Cahyana

Tahniah! Kita semua sudah mampu membuat jumlah ismiyah dengan 3 rumus dasar beserta modifikasinya. Prinsip 3 rumus dasar sebelumnya adalah merangkai kalimat (jumlah) dengan dua atau lebih kata benda (isim).

Kini kita melangkah untuk membuat jumlah ismiyah dengan pola rumus baru yaitu rumus 4. Prinsipnya adalah merangkai kalimat yang diawali kata benda yang kemudian diikuti kata kerja (fi’l).

Perhatikan rumus 4:
Kata benda 1 + kata kerja + kata benda 2/harf/keterangan tempat

isim 1 + fi’l + isim 2/harf/keterangan tempat

إسم + فعل +(إسم/حرف/اسم المكان)

Contoh:
Dia (1 laki-laki) telah duduk di masjid yang besar
هو جلس في المسجدِ الكبيرِ

Dia (1 laki-laki) sedang duduk di masjid yang besar
هو يَجْلِسُ في المسجدِ الكبيرِ

Sebelum kita praktek lebih lanjut menggunakan rumus 4 tersebut, pastikan untuk mengingat sekilas pelajaran hari ke-2 tentang pembagian kata kerja.

Fi’l berdasarkan waktu dan kegunaannya terbagi menjadi 3.

1. Kata kerja lampau/past/fi’l madhi (ماض)
Contoh:
Telah menulis
كَتَبَ
Telag duduk
جَلَسَ

2. Kata kerja sekarang/akan datang/present/future/fi’l mudhari (مضارع)
Contoh:
Sedang menulis/akan menulis
يَكْتُبُ
Sedang duduk
يَجْلِسُ

3. Perintah/command/fi’l amr (أمر)
Contoh:
Tulislah!

اِجْلسْ
Duduklah
اُكْتُبْ

Kita juga telah belajar sekilas 6 pola perubahan kata kerja:

Contoh:
1. Telah menolong-sedang menolong-tolonglah!
نَصَرَ-يَنْصُرُ-اُنْصُرْ

2. Telah memukul-sedang memukul-pukullah!
ضَرَبَ-يَضْرِبُ-اِضْرِبْ

3. Telah membuka-sedang membuka-bukalah!
فَتَحَ-يَفْتَحُ-اِفْتَحْ

4. Telah memuji-sedang memuji-pujilah!
حَمِدَ-يَحْمَدُ-اِحْمَدْ

5. Telah baik* (pengecualian karena kata kerja yang mengandung arti sifat)
حَسُنَ-يَحْسُنُ

6. Telah mengira-sedang mengira-kiralah!
حَسِبَ-يَحْسِبُ-اِحْسِبْ

Perhatikan!
Enam kata kerja di atas memiliki pola perubahan yang berbeda dari bentuk lampau ke bentuk sekarang dan ke bentuk perintah.

Hari ini kita akan menambah pembagian kata kerja menjadi 2 yaitu kata kerja intransitif yang tidak membutuhkan objek (fi’l lazim) dan kata kerja transitif yang membutuhkan objek (fi’l muta’adi).

Contoh:
Intransitif/fi’l lazim
Telah duduk-sedang duduk
جَلَسَ- يَجْلِسُ
Telah pergi-sedang pergi
ذَهَبَ- يَذْهَبُ
Dalam kalimat:
‘Dia duduk’
‘Dia pergi’
Sudah jelas meskipun tanpa objek.

Contoh:
Transitif/fi’l muta’adi
Telah membaca-sedang membaca
قَرَأَ – يَقْرَأُ

Telah minum-sedang minum
شَرِبَ – يَشْرَبُ

Dalam kalimat
‘Saya membaca’
‘Saya minum’
Butuh objek untuk menyempurnakan kalimat. Membaca apa? Meminum apa?

Bisa dipahami?

Hari ini tidak ada latihan menulis. Tugas hari ini cukup membaca berulang-ulang 6 pola perubahan di atas dan merenungkan perbedaan kata kerja intransitif dan transitif. Bila bingung, jangan khawatir. Nanti kita akan membahas lebih lanjut.

Bersambung
(BP/12-MG)

Komentar dibawah ini