Ramadhan ke-28 : Belajar Bahasa Arab untuk Non Pesantren

0
1

Oleh: Destika Cahyana

Kita sudah belajar 5 rumus jumlah ismiyah beserta modifikasinya. Kita juga sudah belajar menerjemahkan paragraf B. Arab yang sederhana. Mulai hari ini kita akan belajar tahapan berikutnya: jumlah fi’liyah.

Jumlah fi’liyah
Yaitu setiap kalimat yang diawali oleh kata kerja (fi’l).

Pada jumlah fi’liyah subjek tidak disebut mubtada, tetapi disebut pelaku atau faail (فَاعِلٌ). Selalu ingat konsep tersebut.

Pelaku juga posisinya tidak berada di awal kalimat–meskipun tidak selalu–karena awal kalimat pada jumlah fi’liyah sudah pasti fi’l alias kata kerja.

Tidak perlu bingung! Lihat contoh ini biar jelas.

Rumus umum 1:
Kata kerja + Kata Benda Pelaku
Fi’l + Ism Faail
Predikat + Subyek

فِعلٌ (Pr)+فَاعِلٌ (Sub)

Contoh kata kerja intransitif (tidak butuh objek/fi’l lazim):
Guru (1 laki-laki) itu telah duduk
فعل+ فاعل
جَلَسَ + المُدَرِّسُ
جَلَسَ المُدَرِّسُ

Rumus umum 2:
Kata kerja + Kata Benda Pelaku + Objek
Fi’l + Ism Faail + Isim maf’ul
Predikat + Subyek + Objek

فِعْلٌ(Pre) + فَاعِلٌ (Sub) + مَفْعُوْلٌ بِهِ (Obj)

Contoh kata kerja transitif (butuh objek/fi’l muta’adi):
Guru (1 laki-laki) itu telah membaca buku
فعل+ فاعل+ مَفْعُوْلٌ بِهِ
قَرَأَ + المُدَرِّسُ + الكِتَابَ
قَرَأَ المُدَرِّسُ الكِتَابَ

Perhatikan! Kita hari ini mengenal istilah baru yaitu objek (مَفْعُوْلٌ بِهِ) yang dulu pernah kita sebut sekilas di hari-hari awal. Ingat, setiap objek–pada kata benda tunggal–selalu berakhiran fatah.

Pada hari ini cukup kita belajar rumus umum di atas. Besok kita akan belajar lebih detil dengan pelaku berupa dhamir muttasil yaitu kata ganti yang bersambung.

Latihan:
Terjemahkan dalam B. Arab.
1. Petani (1 laki-laki) itu telah tidur
2. Menteri (1 laki-laki) itu telah pergi
3. Tentara (1 laki-laki) itu telah datang
4. Siswa (1 laki-laki) itu telah menulis buku
5. Artis (1 laki-laki) itu telah minum kopi

Kosakata:
Menteri: وزيرٌ
Tentara: عسكريٌّ
Artis: ممثلٌ
Kopi: قهوةٌ
Minum (madhi): شَرِبَ
Datang (madhi): جاء
Pergi (madhi): ذَهَبَ
Tidur (madhi): نَامَ
Tulis (madhi): كَتَبَ

Catatan:
1. Jumlah fi’liyah
جَلَسَ المُدَرِّسُ
2. Jumlah ismiyah
المُدَرِّسُ جَلَسَ
Makna keduanya dapat dianggap sama, yakni: “Guru (1 laki-laki) itu telah duduk” tetapi bedanya yang pertama jumlah fi’liyah dan yang kedua jumlah ismiyah. Nanti terdapat sejumlah aturan yang membedakan penggunaan pola fi’l terutama pada isim mutsanna dan jama’.

Bersambung
(BP/12-MG)

Komentar dibawah ini