Ramadhan Ke-7 : Belajar Bahasa Arab untuk Non Pesantren

0
6

Oleh: Destika Cahyana, SP, M.Sc

Penulis Adalah : Kandidat Doktor Institut Pertanian Bogor, Ketua Litbang Program DPP GEMA Mathla’ul Anwar

Hanya dalam 6 hari kita sudah mengenal dan memahami konsep dasar yang penting tentang istilah dan hubungan antara kata (الكلمة) dengan kalimat (الجملة) yang tersusun oleh kata benda, kata kerja, dan kata bantu.

Kalimat yang diawali kata benda disebut jumlah ismiyah, kalimat yang diawali kata kerja disebut jumlah fi’liyah, dan kalimat yang diawali kata bantu disebut jumlah dzarfiyah.

Dengan modal konsep itu, kita sudah dapat mengenali kalimat dalam Al Qur’an maupun literatur B. Arab karena memang hanya 3 kelompok besar itu saja kalimat dalam B. Arab.

Tentu sekarang kita butuh alat untuk mengidentifikasi atau mendiagnosis sebuah kata termasuk kelompok isim, fi’il, atau harf. Kali ini kita akan belajar cara mengidentifikasi ketiganya melalui ciri-cirinya.

Ya, isim memiliki ciri. Begitu juga fi’il dan harf mempunyai ciri. Dengan mengenal ciri ketiganya kita bagaikan seorang dokter yang tengah berusaha mendiagnosis penyakit dari gejala atau ciri-cirinya. Berikut:

A. Ciri-ciri kata benda atau isim
1. Diawali dengan ‘alif lam’ (ال)
Contoh:
Gunung itu :الجَبَلُ
Sungai itu : النَهْرٌ
Wartawan itu : الصَّحَفِيُ

2. Diakhiri tanwin (ٌ ٍ ً )
Contoh:
Sebuah gunung : جَبَلٌ
Sebuah sungai : نَهْرٌ
Seorang wartawan : ٌصَحَفِي

3. Didahului oleh kata bantu jer
( في، من، عن، على، إلى)
Contoh:
Di surga : في الجنة
Dari pasar : من السوق
Ke universitas : إلى الجامعة

4. Diakhiri kasrah (ِ )
Di depan mobil :
أَمَامَ السَيَّارَةِ
Di belakang artis :
وَرَاءَ المُمَثِلِ
Di samping presiden : جَانِبَ الرَئِسِ

B. Ciri-ciri kata kerja atau fi’l
1. Diakhiri dengan fathah (َ )
Contoh:
Telah menolong : َنَصَر
Telah menulis : كَتَبَ
Telah mencuci : غَسَلَ

2. Dapat diakhiri dengan ta ta’nits sakinah (ت)
Contoh:
Dia (perempuan) telah menolong : نَصَرَتْ
Dia (perempuan) telah menulis : كَتَبَتْ
Dia (perempuan) telah mencuci : غَسَلَتْ

3. Dapat diawali dengan ya (ي), ta (ت), a (ا), na (ن). Biar mudah mengingat, sambungkan menjadi anita: أَنِيْتَ
Contoh:
Dia sedang menolong : يَنْصُرُ
Kamu sedang menolong : تَنْصُرُ
Aku sedang menolong : اَنْصُرُ
Kami sedang menolong : نَنْصُرُ

4. Diawali dengan ‘sa’ (سَ)
Contoh:
Dia akan menolong : سَيَنْصُرُ
Kamu akan menolong : سَتَنْصُرُ
Aku akan menolong : سَاَنْصُرُ
Kami akan menolong : سَنَنْصُرُ

5. Didahului dengan ‘saufa’ (سَوْفَ)
Contoh:
Dia akan menolong :
سَوْفَ يَنْصُرُ
Kamu akan menolong :
سَوْفَ تَنْصُرُ
Aku akan menolong :
سَوْفَ أنْصُرُ
Kami akan menolong :
سَوْفَ نَنْصُرُ

6. Didahului dengan ‘qad’ (قد)
Contoh:
Sungguh telah duduk:
قد جلس

7. Dapat bersambung dengan ta’ fa’il
Contoh:
Saya telah menulis: كَتَبْتُ

C. Ciri-ciri kata bantu (حرف)

Kata bantu tidak bertanda khusus. Dia tidak dapat dipahami maknanya kecuali telah terangkai dengan kata yang lainnya. Kata bantu dapat terdiri dari 1-5 huruf.

Contoh:
1. فَ لِ وَ بِ سَ
2. عَنْ فِي قَدْ لَمْ أَنْ
3. أَنَّ ثُمَّ إِذَنْ سَوْفَ
4. إِلاَّ لَمَّا حَتَّى
5. لَكِنَّ

Mudah dipahami?
Bila kesulitan, tak perlu bingung. Nanti seiring waktu kita akan paham duduk perkaranya.

Namun, mulai sekarang bila sedang membaca Al Qur’an, coba latih menentukan kelompok kata dan menentukan kelompok kalimat di dalam Al Qur’an.

Latihan:
Termasuk kelompok kalimat apakah ayat Al Qur’an di bawah ini? Apakah jumlah ismiyah, jumlah fi’liyah, atau jumlah dzarfiyah?

1. فِي قلوبهم مرض فزادهم الله مرضا
2. خَتَمَ الله علي قلوبهم وعلي سمعهم
3. الحَمْدُ لله رب العالمين

Bersambung
(Mohon koreksi bila ada salah)

Komentar dibawah ini