Ramadhan Ke-8 : Belajar Bahasa Arab untuk Non Pesantren

0
1

Oleh: Destika Cahyana, SP, M.Sc

Penulis Adalah : Kandidat Doktor Institut Pertanian Bogor, Ketua Litbang Program DPP GEMA Mathla’ul Anwar

Kita semua sudah mengenal kaidah umum ciri-ciri kata benda (isim), kata kerja (fi’l), dan kata bantu (harf).

Namun demikian, dalam B. Arab semua itu adalah kaidah umum yang bisa saja ada pengecualian bila kita telah mempelajari B. Arab lebih mendalam.

Lantaran itu dengan belajar B. Arab, kita menjadi terbiasa bahwa tidak ada yang mutlak dalam sebuah kaidah umum karena seringkali ditemukan pengecualian. Nanti kita akan menemukan.

Sebelum kita membahas contoh-contoh jumlah ismiyah, maka kita akan belajar lebih dulu pembagian kata benda atau isim. Sebagai permulaan, kata benda dapat dibagi berdasarkan 6 hal berikut:

a. Berdasarkan gender atau jenis kelamin.
b. Berdasarkan kuantitas.
c. Berdasarkan kata benda umum (general/indefinitive) dan kata benda khusus (spesifik/definitif)
d. Berdasarkan huruf akhirnya
e. Berdasarkan asal pembuatan kata
f. Berdasarkan perubahan tanda baca (harakat)

A. Kata benda berdasarkan gender.

Dalam Bahasa Arab, kata benda dibagi berdasarkan gender atau jenis kelamin. Ada kata benda maskulin atau laki-laki (مُذَكَّرٌ) dan ada kata benda feminim atau perempuan (مُؤَنَّثٌ).

Kata benda maskulin ada yang benar-benar laki-laki, tetapi ada juga yang dianggap laki-laki. Demikian pula kata benda perempuan ada yang benar-benar perempuan, tetapi ada pula yang dianggap perempuan.

1. Kata benda maskulin/mudzakar (مذكر)
Merupakan kata benda yang menunjukkan laki-laki atau yang dilaki-lakikan.
Contoh:
Muhammad:محمدٌ
Masjid:مسجدٌ
Orang Islam laki-laki:مسلمٌ
Dokter laki-laki:طبيبٌ
Petani laki-laki:فلاَّحٌ

2. Kata benda feminim/muannats (مؤنث)
Contoh:
Fatimah:فاطمةٌ
Mobil:سيّارةٌ
Orang Islam perempuan:مسلمةٌ
Dokter perempuan:طبيبةٌ
Petani perempuan:فلاَّحةٌ

Kata benda muannats dicirikan dengan:

1. Nama perempuan atau yang menunjukkan perempuan
Fatimah:فاطمة
Ibu:أُمٌ
Yang menyusui:مُرْضِعٌ

2. Berakhiran ta’ marbuthah (ة),
Kebun:حَدِيْقَةٌ
Mobil:سَيَّارَةٌ

3. Anggota badan yang berpasangan,
Tangan:يَدٌ
Telinga:أُذُنٌ

4. Benda yang diperempuankan.
Bumi:الأَرْضُ
Matahari: الشَّمْسُ

Perhatikan, kaidah umumnya kata benda berakhiran ta’ marbuthah (ة) adalah perempuan. Namun, tidak selalu bila ternyata kata benda itu nama laki-laki.

Contoh:
Usamah:أسامة
Hamzah:حمزة
Muawiyah:معاوية

Sebaliknya, ada yang tidak berakhiran ta’ marbuthah tetapi perempuan.

Contoh:
Hindun: هندٌ

Mudah bukan? Pengecualian itu terkait dengan kebiasaan orang Arab saja menyematkan nama tersebut pada laki-laki atau perempuan.

Tak perlu bingung, kata-kata pengecualian itu sedikit sehingga kita akan terbiasa bila sering mempraktikan Bahasa Arab.

Latihan:
Terjemahkan, lalu tentukan termasuk maskulin (mudzakar) atau feminim (muannats) kata benda di bawah ini? Bila kesulitan menterjemahkan cukup tentukan maskulin atau feminim:

1. ممرضٌ
2. مهندسٌ
3. ممرضةٌ
4. مهندسة
5. مضيفٌ
6. مضيفةٌ
Bersambung
(BP12/MG)

Komentar dibawah ini