Ramadhan Ke-9 : Belajar Bahasa Arab untuk Non Pesantren

0
11

Oleh: Destika Cahyana, SP, M.Sc

Penulis Adalah : Kandidat Doktor Institut Pertanian Bogor, Ketua Litbang Program DPP GEMA Mathla’ul Anwar

Setelah mengetahui pembagian kata benda (isim) berdasarkan gender menjadi mudzakar dan muannats, kita akan melangkah ke pembagian isim berikutnya berdasarkan kuantitas.

B. Pembagian isim berdasarkan kuantitas.

Dalam B. Arab kata benda dibagi 3 berdasarkan kuantitas: tunggal/singular (مُفْرَدٌ), ganda/dual (مُثَنَّى), jamak/plural (جَمْعٌ).

Hal ini jarang ditemukan pada bahasa lain. Dalam Bahasa Inggris misalnya, hanya ada kata benda singular dan plural.

Mari kita kenali dan cara membentuk ketiga isim tersebut.

1. Kata benda tunggal/mufrad
Merupakan kata benda yang menunjukkan kuantitas tunggal: sebuah, seekor, seorang.
Contoh:
a. Seorang muslim laki-laki:
مُسْلِمٌ
b. Seorang muslim perempuan:
مُسْلِمَةٌ
c. Seorang petani laki-laki:
فَلَّاحٌ
d. Seorang petani perempuan:
فَلَّاحَةٌ

2. Kata benda ganda/mutsanna
Merupakan kata benda yang menunjukkan kuantitas ganda: dua buah, dua ekor, dua orang.
Contoh:
a. Dua orang muslim laki-laki:
مُسْلِمَانِ ، مُسْلِمَيْنِ
b. Dua orang muslim perempuan:
مُسْلِمَتَانِ، مُسْلِمَتَيْنِ
c. Dua orang petani laki-laki:
فَلَّاحَانِ، فَلَّاحَيْنِ
d. Dua orang petani perempuan:
فَلَّاحَتَانِ، فَلَّاحَتَيْنِ

Perhatikan, kata benda mutsanna terbentuk dari kata benda tunggal yang berubah dengan cara:
“Tanda baca akhir dirubah menjadi fathah, kemudian tambahkan alif atau ya’ pada akhir kata, terakhir tambahkan nun yang dikasrah.”

Contoh tahapan membentuknya:
١. مُسْلِمٌ
٢. مُسْلِمَ
٣. مُسْلِمَا
٤. مُسْلِمَانِ
Atau:
١. مُسْلِمٌ
٢. مُسْلِمَ
٣. مُسْلِمَيْ
٤. مُسْلِمَيْنِ

Khusus yang muannats, ta’ marbuthah diganti menjadi ta’ biasa.

Contoh tahapan membentuknya:
١. مُسْلِمَةٌ
٢. مُسْلِمَتَ
٣. مُسْلِمَتَا
٤. مُسْلِمَتَانِ
Atau:
١. مُسْلِمَةٌ
٢. مُسْلِمَتَ
٣. مُسْلِمَتَيْ
٤. مُسْلِمَتَيْنِ

Perbedaan akhiran ‘aani’ dan ‘aini’ pada isim mutsanna menunjukkan kedudukan kata benda tersebut. Akhiran ‘aani’ menunjukkan kata benda tersebut berkedudukan sebagai subjek atau pelaku. Sementara akhiran ‘aini’ menunjukkan kedudukan sebagai objek penderita.

Untuk sementara abaikan dulu kedudukan subjek atau objek agar tidak bingung. Saat ini cukup kenali bahwa kata benda berakhiran itu bermakna mutsanna atau dual.

Mudah bukan?
Latihan:
Terjemahkan dan bentuk kata benda di bawah ini menjadi bentuk mutsanna:
1. صَالِحٌ
2. صالحَةٌ
3. خَادِمٌ
4. خادمَةٌ
5. مُتَرْجِمٌ
6. مترجمَةٌ

Bersambung
(BP12/MG)

Komentar dibawah ini