RTRW Hambat Investor, Irna Sayangkan Jika Triliunan Melayang

Pandeglang, badakpos.com – Meskipun revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pandeglang sudah rampung dirubah, hingga saat ini Pemkab belum mendapatkan izin (restu) dari Pemerintah Pusat.

Lambatnya mendapatkan “izin”, tentu sangat berpengaruh besar untuk para investor yang bakal berinvestasi di Pandeglang, yakni akan tersendat dan memungkinkan besar terancam kabur.

Irna Narulita, Bupati Pandeglang mengatakan tidak sedikit investor yang bakal berinvestasi di Pandeglang. Hanya saja, untuk saat ini pihaknya masih menunggu keputusan Perda revisi RTRW dari Pemerintah Pusat. Oleh sebab itu, hingga saat ini Perda belum juga diterbitkan walau pihaknya sudah menyelesaikan semua persyaratan. “Ibu juga akan audiensi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Nanti ibu pertanyakan tersumbatnya dimana, padahal semua usulan-usulan, permohonan, dan dokumen yang kurang sudah kami lengkapi,” kata Irna saat ditemui dilingkungan Setda Pandeglang, Senin (8/7).

Irna pun menambahkan, agar Perda revisi RTRW segera diterbitkan. Sebab, hingga saat ini banyak perizinan-perizinan besar yang terganggu, karena belum diterbitkannya Perda revisi RTRW tersebut. “Makanya, kami menginginkan segera ditertibkan Perda revisi RTRW tersebut. Apalagi saat ini semua perizinan sudah numpuk di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP). Tapi, itu tadi tidak berani mengeluarkan izin prinsip sebelum diterbitkannya Perda revisi RTRW,” tambahnya.

Irna juga mengakui, pihaknya sangat khawatir jika para investor yang sudah siap berinvestasi, sudah ekspose, dan melengkapi persyaratan atau mengurusi izin akhirhya pada kabur. Dikarenakan terkendala oleh RTRW tersebut, maka dari itu sangat penting sekali pengesahan RTRW itu segera dipercepat. “Kan sayang juga kalau pada kabur, apalagi yang siap berinvestasi itu perusahaan-perusahaan besar seperti dari Jababeka, Malaysia, Korea dan lainnya. Ibu sudah sampai perang batin, kalau mau dihitung investasinya mencapai triliunan. Karena hampir semua pengusaha pasti ekspose kalau mau berinvestasi di Pandeglang,” tuturnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala DPMPTSP Pandeglang, Ida Novaida mengatakan, yang sudah berinvestasi sudah lumayan banyak di Pandeglang. Begitu juga ada beberapa investor yang memang belum menanamkan modalnya, karena terkendala RTRW. “Yang ingin berinvestasi itu banyak baik itu dibidang perternakan dan lainnya. Hanya saja dibeberapa lokasi yang diinginkan terkendala RTRW-nya. Makanya kami berharap mudah-mudahan Perda revisi RTRW-nya cepat segera selesai. Karena khawatir para investornya malah pada kabur,” tutupnya. (BP-10)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *