Santunan Kematian Prades Desa Banyumas Dipertanyakan

0
105

Pandeglang, Badakpos.com – Janji Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan asuransi kematian kepada perangkat desa (prades) yang meninggal Rp 42 juta belum merata. Setidaknya ini dialami keluarga Kalman, salah seorang Ketua RT di Desa Banyumas Kecamatan Bojong yang meninggal Oktober 2020 lalu namun hingga saat ini tak kunjung menerima santunan kematian.

Menurut pengakuan  Nurul, salah seorang anak Kalman, ayahnya sebelum meninggal menjabat ketua RT dan membantu tugas pemerintah desa. Pada Oktober 2020 kata Nurul, ayahnya meninggal karena sakit. Nurul menyatakan sangat berharap ada santunan kematian sebagaimana dijanjikan pemerintah. “Saya sangat sedih ditinggalkan Bapak.  Sekarang tanggungjawab keluarga termasuk mencari nafkah ada ditangan Ibu,” kata Nurul, Kamis (4/3).

Menurut Nurul, semenjak ayahnya meninggal keluarganya sangat menunggu datangnya santunan kematian. “Saya sering dengar kalau ketua RT meninggal akan dapat santunan dari pemerintah. Tapi kok untuk bapak nggak ada. Sampai saat ini belum ada informasi apa-apa dari pihak desa. Kalau di desa lain biasanya santunan datangnya cepet,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Banyumas Yayat tidak membantah jika ada salah satu RT di desanya yang meninggal empat bulan lalu dan belum dapat santunan kematian. “Jadi masalahnya karena telat penganggaran.  Penganggaran sudah tapi lupa menganggarkan (premi asuransi prades-red) waktu itu,” katanya kepada wartawan.

Kata kades, premi untuk asuransi Prades diambil dari siltap (penghasilan tetap) atau gaji prades. “Bayarnya (premi) dari siltap yang dipotong cuman waktu itu lupa untuk pemotongan karena posisinya waktu itu mendakdan programnya. Kalau sudah masuk santunan nanti dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Tapi karena premi ketua RT yang meninggal belum terpotong premi maka asuransi tidak keluar,” pungkasnya. (BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here