Se Indonesia Ketimbang Ngemis GATNAS 2017

0
35

Sumedang, BadakPos.com- Ketimbang Ngemis Pandeglang mengikuti Gatring Nasional yang diselenggarakan Ketimbang Ngemis Pusat selama dua hari Sabtu dan Minggu. (05/08) bertempat di Dusun Cisugan, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Ini adalah pertama kalinya diadakan Gathering Nasional Ketimbang Ngemis (KN) seluruh Indonesia ungkap Een Nuraeni salah satu pengurus Ketimbang Ngemis Pandeglang.

Acara yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari 16 regional KN seluruh Indonesia diantaranya KN Jakarta, Bandung, Pandeglang, Lintas Serang Cilegon, Tangerang, Palembang, Jambi, Kebumen, Lampung, Medan, Malang, Depok, Bekasi, Karawang, Blitar, dan Jogja.

“Adapun Jumlah KN regional yang ada sebenarnya ada sekitar 80, namun yang bisa hadir baru hanya 16 KN regional”. kata Een.

Ketimbang Ngemis merupakan komunitas yang bergerak pada bidang sosial untuk membantu dan mengapresiasi para sosok mulia (solia), yakni mereka yang tetap berusaha dalam keterbatasan usia maupun fisik dalam terus menerus mencari nafkah bagi diri sendiri maupun keluarga, dan menolak untuk mengemis. Sehingga sering muncul motto dari komunitas ini, yakni “Say no to Ngemis”.

Komunitas ini pertama kali didirikan oleh Rizki Pratama KN Jakarta pada bulan Juni 2015 yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa banyak di sekelilingnya yang membutuhkan bantuan.

KN Jakarta sebagai koordinator acara sekaligus inisiator pelaksana gatring nasional (gatnas-red) telah berkoordiasi dengan Rizki selaku founder untuk mengumpulkan semua KN regional untuk memilih ketua KN pusat/nasional yang nantinya akan mengkoordinasikan KN regional yang tersebar di seluruh Indonesia agar lebih terarah dan menyamakan visi misi agar sesuai dengan tujuan awal pembentukan Ketimbang Ngemis.

Lebih dari 150 relawan yang hadir mewakili KN masing-masing regional. Acara dimulai dengan pemaparan/perkenalan masing-masing KN regional. Secara umum, visi-misi dan kegiatan dari semua KN regional hampir sama walaupun dalam pembentukan dan perjalanannya, sebagian besar KN melakukannya dengan “cara” nya masing-masing tanpa arahan dan bimbingan langsung dari KN pusat yang memang kepengurusannya belum terbentuk. Musyawarah mekanisme pemilihan ketua dilakukan pada hari pertama gatnas ba’da dzuhur. Forum menyepakati bahwa mekanisme pemilihan adalah dengan cara voting dengan ketentuan bahwa satu KN regional hanya memiliki satu suara yang mewakili anggotanya. Selain mekanisme pemilihan, juga disepakati bahwa struktur kepengurusan merupakan hak preogratif ketua terpilih, dan masa jabatan untuk ketua KN pusat adalah selama 2 tahun. Sebanyak 5 orang perwakilan KN regional yang siap mengajukan diri sebagai calon ketua terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk memaparkan visi misi-nya dan melakukan tanya jawab dengan forum selama 10menit. Kelima calon tersebut adalah perwakilan dari KN Jakarta, Bandung, Malang, Bekasi dan Jogja.
Hasil voting menunjukan calon ketua dari KN bandung dan palembang memiliki jumlah suara terbanyak yang sama, yaitu masing-masing 5 suara dan disepakati kembali bahwa dilakukan voting putaran kedua untuk memilih salah satu dari kedua kandidat terkuat. Hasil voting putaran kedua mengantarkan “Dwi Subiyakto” yang merupakan ketua dari KN Bandung menjadi Ketua Ketimbang Ngemis Pusat. Regional Pandeglang sendiri mengirimkan 6 orang perwakilannya untuk mengikuti gatnas dan terpilih sebagai koordinator KN regional Banten.
Selain pemilihan ketua, semua KN regional yang hadir bertukar merchandise sebagai kenang-kenangan. Acara berlangsung meriah dan menyenangkan, bertemu dengan orang-orang baru bisa saling bertukar informasi dan pengalaman seputar kegiatan KN di masing-masing daerah.
Semoga kedepan, Ketimbang Ngemis bisa lebih banyak membantu sesama dan bisa mengajak masyarakat untuk “Say no to ngemis” Paparnya (B4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here