Serba – Serbi (Memilih) Kosmetik

0
1

 


Oleh : Sofi Nurmay Stiani, S.Far., M.Sc., Apt

Penulis adalah : Dosen STIKes Salsabila Serang

 

Halo sobat semua berbicara kosmetik itu biasanya identik dengan wanita. Tau ga sih, yang pake kosmetik itu ga hanya wanita lho….laki2 juga tidak bisa lepas dari kosmetik. Tidak ada seorangpun setiap harinya yang bisa lepas dari kosmetik.

Sebenernya apa sih pengertian kosmetik? Pengertian kosmetik berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar, atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Nah, dari pengertian tersebut, kita bisa fahami bahwa contoh sediaan kosmetik yang setiap hari kita gunakan adalah sabun, shampo, deodorant, bedak, dan lain sebagainya. Untuk perizinan kosmetik dapat dilihat di Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1175/Menkes/Per/VIII/2010 Tentang Izin Produksi Kosmetika, Adapun untuk Izin produksi kosmetika diberikan sesuai bentuk dan jenis sediaan kosmetika yang akan dibuat dan dibagi atas 2 (dua) golongan sebagai berikut: golongan A yaitu izin produksi untuk industri kosmetika yang dapat membuat semua bentuk dan jenis sediaan kosmetika; dan golongan B yaitu izin produksi untuk industri kosmetika yang dapat membuat bentuk dan jenis sediaan kosmetika tertentu dengan menggunakan teknologi sederhana.

Yang lagi marak sekarang di era 4.0 adalah pemasaran kosmetik melalui online dengan berbagai jenis produk kosmetik mulai dari bahan alam maupun berbahan dasar zat kimia dengan artis sebagai brand ambassador menambah kepercayaan masyarakat akan produk kosmetik tersebut. Apa sih brand ambassador itu? Sebarnya ada 3 istilah yang dikenal dalam dunia marketing yaitu Brand advocate, brand ambassador, dan influencer . Yuuk….kita bahas satu per satu:

Brand advocate, bisa dibilang merupakan konsumen Anda yang paling loyal. Mereka adalah orang-orang yang selalu membicarakan pengalamannya dan kepuasannya dalam menggunakan produk Anda, tanpa perlu dibayar atau diberi imbalan apapun.

Brand ambassador merupakan orang-orang yang diajak bekerjasama oleh sebuah perusahaan untuk menjadi ‘wajah’ atau ikon dari sebuah brand. Brand ambassador umumnya hanya bisa diajak bekerja sama untuk waktu yang terbatas.

Influencer mereka yang memiliki influence atau pengaruh. Dalam hal ini, influencer tak melulu merupakan public figure terkenal tapi bisa juga mereka yang memiliki pengaruh dalam lingkup kecil, misalnya saja selebgram di bidang kecantikan.

Melihat fenomena masyarakat yang banyak tergiur memilih kosmetik dengan melihat brand ambassador ataupun influencer, tanpa berfikir panjang lagi dalam memilih produk, disini akan diuraikan tips bagaimana memastikan bahwa produk kosmetik yang kita beli adalah legal, yaitu dengan cara:

Kenali kosmetik dengan mengingat istilah Cek KLIK sebagai berikut:
K: Kemasan. Cek kemasan dalam kondisi baik
L: Label. Baca informasi produk yang tercantum dalam label
I: Izin Edar. Pastikan produk memiliki izin edar
K: Kadaluwarsa. Cek masa kedaluawarsa produk

Waktu kadaluarsa atau expired date kosmetik harus kita cek juga karena wajah merupakan kulit yang sangat sensitif. Gampangnya dengan melihat tulisan EXP pada kemasan produk, sebagai contoh EXP Apr 22 artinya kosmetik tersebut pada tanggal 1 bulan April tahun 2022 tidak dapat digunakan kembali. Berikut ada gambar sebagai patokan dasar untuk waktu kadaluarsa makeup yang diunggah dari @ladyxtale.

Untuk mengecek suatu produk terdaftar atau memiliki izin edar dapat dilakukan di website https://cekbpom.pom.go.id/ seperti tampilan berikut:

Atau dengan mengunduh aplikasi cek BPOM di playstore mobile phone kita, seperti tampilan berikut:

Pastikan bahan yang terdapat di kosmetik yang kita pakai bukan yang dilarang BPOM. Kita bisa melihat Daftar Bahan yang Diizinkan Digunakan dalam Kosmetika dengan Pembatasan dan Persyaratan Penggunaan di dalam lampiran Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.

Kenali kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dengan melihat pada lampiran Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor : Hk.00.05.42.1018 Tentang Bahan Kosmetik, Biasanya kosmetik yang berbahaya memiliki ciri sebagai berikut:

a. Bau terlalu menyengat
b. Tekstur lengket dan tidak homogen (menyatu sempurna)
c. Warna terang
d. Hasil terlihat terlalu cepat (kurang dari 2 minggu)
e. Timbul iritasi kulit seperti rasa panas,
f. Gatal, dan kemerahan saat terkena sinar matahari
g. Pori-pori mengecil dan halus
h. Kulit terlihat putih pucat dan lama-kelamaan berubah abu dan selanjutnya kehitaman
i. Bila penggunaan merkuri dihentikan, timbul jerawat kecil disertai gatal, kemudian bintik hitam di bawah kulit atau pada wajah
j. Kosmetik tidak memiliki izin edar atau nomor notifikasi dari BPOM

Pertimbangkan faktor kehalalan dari kosmetik yang akan kita beli
Kehalalan produk merupakan bagian penting yang wajib kita pertimbangkan sebagai seorang muslim dan muslimah dalam memilih produk. Pada dasarnya penggunaan kosmetika hukumnya boleh, akan tetapi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai dengan Fatwa MUI Nomor: 26 Tahun 2013 yaitu :

1. Penggunaan kosmetika untuk kepentingan berhias hukumnya boleh, dengan syarat:
a. bahan yang digunakan adalah halal dan suci;
b. ditujukan untuk kepentingan yang dibolehkan secara syar’i; dan
c. tidak membahayakan.

2. Penggunaan kosmetika dalam (untuk dikonsumsi/masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan
bahan yang najis atau haram hukumnya haram.

Penggunaan kosmetika luar (tidak masuk ke dalam tubuh) yang menggunakan bahan yang najis atau haram selain babi dibolehkan dengan syarat dilakukan penyucian setelah pemakaian (tathhir syar’i).

Penggunaan kosmetika yang semata-mata berfungsi tahsiniyyat, tidak ada rukhshah (keringanan) untuk memanfaatkan kosmetika yang haram.

Penggunaan kosmetika yang berfungsi sebagai obat memiliki ketentuan hukum sebagai obat, yang mengacu pada fatwa terkait penggunaan obat-obatan.

Produk kosmetika yang mengandung bahan yang dibuat dengan menggunakan mikroba hasil rekayasa genetika yang melibatkan gen babi atau gen manusia hukumnya haram.

Produk kosmetika yang menggunakan bahan (bahan baku, bahan aktif, dan/atau bahan tambahan) dari turunan hewan halal (berupa lemak atau lainnya) yang tidak diketahui cara penyembelihannya hukumnya makruh tahrim, sehingga harus dihindari.

Produk kosmetika yang menggunakan bahan dari produk mikrobial yang tidak diketahui media pertumbuhan mikrobanya apakah dari babi, harus dihindari sampai ada kejelasan tentang kehalalan dan kesucian bahannya.

Wanita ingin menjadi cantik itu adalah naluri, akan tetapi cantik yang sejati adalah cantik secara inner beauty dengan pancaran dari hati, namun perlu diseimbangkan dengan cantik secara fisik dengan tetap mempertimbangkan kosmetik yang digunakan adalah baik, aman, dan halal.

Komentar dibawah ini