Sopyan SDM PKH Bojong, Berhasil Jadikan Usaha KPM nya Beromset Jutaan Rupiah

0
59

Pandeglang, Badakpos.com – Berkat bantuan sosial program keluarha harapan (PKH) Kemensos, Sopyan Sauri SDM PKH Kecamatan Bojong berhasil membuat usaha Muhamah (45) salah satu KPM PKH Desa Citumenggung beromset jutaan rupiah.

Berawal dari pertemuan kelompok Sopyan berhasil membuat Muhamah (45) warga kampung Cimanggu Desa Citumenggung Kecamatan Bojong, melejitkan potensi usahanya, usaha telor asin yang sudah dibangunya sejak awal tahun 2016.

Sopyan menerangkan dirinya termotivasi dari diklat FDS/P2K2 yang dilaksanakan pihak Kementerian Sosial bagi seluruh SDM PKH, dan didalamnya ada sesi tentang Modul Ekonomi, salah satu sesinya tentang pengelolaan keuangan dan wirausaha bagi KPM PKH.

Sopyan meyakini bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH juga dapat berdaya, berdikari dan mandiri secara ekonomi jika dibimbing dan diberikan motivasi terus menerus.

“Saya yakin kalau kita tekun membimbing KPM pasti mereka bisa berubah dan merubah status ekonominya”, ungkap Sopyan dengan nada semangat kepada badakpos.com, Senin pagi (15/2).

Saat mengikuti seluruh sesi diklat kata Sopyan, KPM PKH ternyata wajib di ajarkan untuk mandiri secara ekonomi baik secara individu atau berkelompok, dengan banyak cara percontohan dalam praktek di Family Developmen Session (FDS) atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) salah satunya membagi pos keuangan dengan cermat di rumah dan memulai wirausaha.

“Ketika saya praktekan ke KPM PKH Potensial seperti bu Muhamah, lambat laun Alhamdulillah usahanya terbantu dan ia (Muhamah-red) kini usahanya lebih maju,” ungkap Sopyan.

Sememtara Muhamah (45) KPM PKH desa Citumenggung, menjelaskan bahwa semenjak mendapatkan bantuan PKH di tahun 2016, dirinya bertekad menjadikan dengan uang bantuan yang ia dapatkan untuk terus mengembangkan usaha telur asinya yang baru ia bangun belum lama saat itu.

“Alhamdulillah, berkat bantuan PKH usaha saya jadi lebih berkembang, terutama saya sangat terbantu karena sering didukung dan dikasih motivasi sama pak pendamping pak Sopyan”, ungkap Muhamah.

Muhamah menyampaikan, sebelum pandemi covid-19, biasanya saat hari pasar bojong yaitu hari selasa dan jumat, telur asinnya terjual 200 butir perharinya, dengan harga satu butirnya tiga ribu rupiah. Diluar hari pasar bisa terjual minimal 100 butir per harinya.

“Kalau dikalikan sebulan penghasilan kotornya bisa sampai jutaan ya pak,” ungkap Muhamah sambil tersenyum kepada awak media, Senin (15/2).

Muhamah menambahkan, Setiap harinya telur asin yang ia jual paling banyak di beli oleh pedagang sayur keliling (baluk) di pasar Bojong, “kalau masih ada sisa saya jual keliling ke kampung-kampung”, tutupnya.

Saat ditanya soal berita miring beberapa hari lalu soal uang kas KPM PKH di Desa Citumenggung, Sopyan mengkalrifikasi bahwa hal tersebut merupaka salah persepsi saja.

Dijelaskan Sopyan bahwa, uang kas muncul berawal dari inisiatif KPM PKH yang ingin membangun ekonomi dengan usaha kelompok saat sesi FDS/P2K2 Modul Ekonomi.

“Menurut mereka (KPM PKH-red) saat pertemuan kelompok, dengan berkelompok uang yang ada akan lebih terkumpul banyak, selain itu uang kas kelompok juga digunakan untuk kegiatan kelompok diantaranya pertemuan kelompok, atau kebutuhan kelompok lainya”, ungkap Sopyan.

“Tentu saja dengan pertanggung jawaban yang jelas melalui pembukuan keuangan seperti yang tertera dalam modul ekomomi di FDS/P2K2 tentang pembukuan keuangan. Semuanya harus transparan, dan saya tegaskan bahwa uang kas itu tidak wajib, KPM boleh tidak ikut jika memberatkan. ” tutup Sopyan. (BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here