Tak Diperhatikan Pemerintah, Bangunan RSUD Labuan Terbengkalai

0
5

Pandeglang, badakpos.com – Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan di Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang hingga saat ini masih belum beroprasi. Diketahui, bangunan yang dibangun oleh pihak Provinsi Banten sekitar tahun 2012-2013 lalu, masih belum ada tanda-tanda bakal dipergunakan atau beroprasi layaknya RSUD lainnya.

Bahkan, sampai saat ini kondisi bangunan yang menghabiskan miliaran dari APBD Provinsi Banten itu, sangat memperihatinkan. Hal itu terlihat dari sudah banyaknya ruangan atau plafon yang mengalami kerusakan cukup parah, kotor, kumuh dan banyak sekali coretan. Mirisnya lagi, karena keadaan tidak ada yang merawat dan menjaga, bagunan itu beralih fungsi menjadi tempat mesum oleh para oknum masyarakat. Padahal, banyak masyarakat Labuan berharap agar rumah sakit itu segera difungsikan. Akan tetapi harapan itu tak kujung mendapat jawaban yang baik dari Pemkab Pandeglang maupun Pemprov Banten, bahkan sama sekali tidak diperhatikan.

Fauzan Ramdhani, salah satu warga Labuan mengungkapkan rasa bahagianya karena akan dibangunnya RSUD di wilayah Labuan. Diketahui, karena memang masyarakat benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan secara maksimal. Akan tetapi hingga saat ini, meski bangunannya sudah ada, tak kujung dioperasikan. “Saat itu, kami masyarakat sudah merasa senang melihat ada pembangunan RSUD di Labuan, karena pasti dapat pelayanan kesehatan maksimal. Tapi faktanya, ternyata hingga saat ini sudah 8 tahun tak kujung dioperasikan. Malah yang ada terbengkalai dan rusak,” ungkapnya.

Masih dikatakan Fauzan, menurutnya bangunan yang sudah mengalami kerusakan cukup parah, dan terbengkalai. Sampai saat ini, sering dijadikan tempat nongkrong oleh anak-anak muda dan bahkan kerap dipakai mesum oleh segelintir oknum masyarakat. “Wajar saja dijadikan tempat mesum, selama ini gedung itu tak ada pejaganya dan tidak ada yang merawat. Benar-benar miris, hingga saat ini malah masih dibiarkan begitu saja,” tambahnya.

Fauzan pun menambahkan, dampak belum dioperasikannya bangunan RSUD Labuan itu, hingga saat ini masyarakat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal. Karena Puskesmas yang ada di Labuan tak cukup untuk menampung banyak pasien. “Bagaimana mau mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal, Puskesmas Labuan kan kapasitasnya kecil. Disitu hanya ada 14 kamar saja, sedangkan Puskesmas itu menjadi rujukan. Akibatnya, tidak sedikit banyak pasien yang tak tertampung dan bahkan saking penuhnya tak bisa diterima oleh pihak Puskesmas,” tambahnya.

Maka masyarakat Labuan mendesak Bupati Pandeglang Irna Narulita agar turun langsung menyikapi keadaan itu, dia juga mendesak Gubernur Banten agar turun tangan mengatasinya. “Kami minta Bupati gerak cepat menanganinya, begitu juga pak Gubernur Banten agar menganggarkan kembali supaya RSUD itu berpungsi,” paparnya.

Camat Labuan, Atep Purnama mengaku, pihaknya sangat menyayangkan pengelolaan bangunan tersebut yang sampai sekarang masih belum dioprasikan. Bahkan, pihaknya, tidak mengetahui penyebab belum difungsikannya gedung RSUD Labuan tersebut. “Saya juga banyak aduan dari masyarakat, agar bangunan tersebut bisa secepatnya digunakan. Tetapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena menurut informasinya itu milik aset Pemprov. Disisi lain, masyarakat Labuan sangat membutuhkan Rumah Sakit di Labuan,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini