Tanggapi Laporan & Keluhan, BPTP Banten Gelar Diskusi Dengan Petani

Tanggapi Laporan & Keluhan, BPTP Banten Gelar Diskusi Dengan Petani

Pandeglang, Badakpos.com – Ada serangan hama ulat pada tanaman para petani pada juli lalu, membuat mereka melaporkan hal tersebut ke Badan pengkajian teknologi pertanian (BPTP) Banten untuk selanjutkan di berikan solusi.

Atas laporan tersebut BPTP lakukan diskusi dan sosialisasi kepada para petani jagung perwakilan dari 10 desa yang ada di kecamatan Carita Pandeglang, pada rabu (20/11/2019).

Acara sosialisasi ini terlaksana, awalnya dengan adanya pelaporan dari keluhan para petani jagung atas serangan hama ulat pada tanamannya sekitar juli lalu, dikatakan Sri Kurniawati peneliti di BPTP Banten.

Dilanjutkan Sri Kurniawati, “saat sosialisasi dan diskusi dengan para petani ini yang terungkap, bahwa mereka (petani, red) belum melakukan penerapan teknologi yang tepat, perlu pengapuran (dolmik)pada lahan pertanian, dosis pupuk belum memenuhi karena biaya, saat memberikan pupuk pada tanaman tidak ditutup sehingga boros/tidak efisien, tidak melakukan penjarangan pada tanaman jagung, juga pengendalian pestisida tidak tepat,” imbuhnya.

Masih dikatakan Sri Kurniawati, “dengan penerapan tekhnologi yang baik sesuai SOP, juga pendampingan dari para penyuluh atau monitoring berharap para petani di wilayah kecamatan Carita mendapatkan untung yang berlimpah serta sejahtera,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Arip salah satu petani menuturkan, bahwa ia sebentar lagi akan segera memanen tanaman jagungnya, benih yang ditanam varietas Bisi-18, karena menggunakan alat tanam, bisa menghabiskan 20 hingga 25 kilogram benih jagung per hertare, “jika tanam secara manual (tugal) hanya butuh 15 kilogram saja, akan tetapi lambat pengerjaannya,”ujarnya.

“Sebetulnya, ia tidak merugi hasil yang didapat dari bertani jagung, tetapi keuntungan masih sedikit, berharap panen jagung kali ini berlimpah juga dapat harga bagus(mahal),” ungkap Arip.

Pada acara sosialisa dan diskusi tersebut, dari BPTP Banten terdiri dari Sri Kurniawati, Nita Winarti, Ahmad Fauzan, Eka Yudi Susanti, Yuyun Ayuningsih dan Korluh serta para penyuluh pertanian kecamatan Carita juga tentunya para petani turut hadir.(BP11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *