Terapi Pijat Oksitosin

0
13

 

Oleh : Dila Nurhikmah

Penulis adalah : Mahasiswi STIKes Salsabila Serang

 

Pemerintah telah menetapkan peraturan pemerintah No.33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif, peraturan pemerintah tersebut menyatakan bahwa setiap bayi harus mendapatkan ASI eksklusif yaitu asi yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (Kemenkes, 2012).

Menurut hasil SDKI 2012 cakupan ASI eksklusif di Indonesia baru mencapai 27,1 % angka ini masih rendah, karena target cakupan pemberian asi eksklusif pada bayi kurang dari 6 bulan adalah 80% (Riskesdas, 2012). Hasil penelitian Siregar pada tahun 2004 menunjukan bahwa pemberian asi ekslusif dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain asi tidak segera keluar setelah melahirkan atau produksi asi kurang, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan putting susu ibu tidak menunjang ibu bekerja dan pengaruh promosi pengganti asi.(Mardianingsih, 2010).

Salah satu upaya yang dapat dilakukan ibu dan keluarga, untuk meningkatkan produksi ASI diperlukan hormon oksitosin ( Bobak, 2005 ), pada ibu setelah melahirkan dapat melakukan pijat oksitosin. Pijat oksitosin merupakan pemijatan sepanjang tulang belakang ( tulang vertebrae sampai tulang coste kelima –enam ). Pijat oksitosin dilakukan pada ibu post partum dengan durasi tiga menit dan frekuensi pemberian pijatan dua kali sehari.

 

Pijat ini tidak harus dilakukan oleh petugas kesehatan tetapi dapat dilakukan oleh suami atau keluarga yang lain. Mekanisme kerja dalam pelaksanaan pijat oksitosin merangsang saraf di otak sehingga hormon oksitosin dapat dikeluarkan dan mengalir ke dalam darah kemudian masuk ke payudara dan menyebabkan otot-otot sekitar alveoli berkontraksi dan membuat ASI mengalir.

Hal ini sesuai dengan anjuran dari pemerintah untuk alam sekitar atau “back to nature” (Hesti,2013), budaya pijat masa nifas sudah kenal bagi ibu-ibu masa nifas, namun belum diteliti dan difokuskan keuntungan pijat pada ibu masa nifas.

Pijat oksitosin dilakukan dengan cara memijat pada daerah punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang sehingga diharapkan dengan dilakukan pemijatan ini, ibu akan merasa rileks dan kelelahan setelah melahirkan akan hilang, jika ibu rileks dan tidak kelelahan setelah melahirkan dapat membantu merangsang pengeluaran hormon oksitosin (Depkes RI, 2007).

Faktor yang dapat mempengaruhi produksi asi selain hormon oksitosin adalah dari nutrisi, ketenangan jiwa, dan pikiran, alat kontrasepsi, pola istirahat, perawatan payudara, anatomis payudara faktor fisiologis dan faktor isapan bayi atau frekuensi penyusuan (Rizki 2013).

Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau let down refleks. Selain untuk merangsang let down refleks manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepsan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Depkes RI, 2007).

Persiapan ibu sebelum dilakukan pijat oksitosin :

Bangkitkan rasa percaya diri ibu (menjaga privacy)
Bantu ibu agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya
Alat – alat yang yang digunakan :
2 handuk besar bersih
Air hangat dan air dingin dalam baskom
2 buah washlap atau sapu tangan dari handuk
Minyak kelapa atau baby oil pada tempatnya

Langkah – langkah melakukan pijat oksitosin sebagai berikut (Depkes RI, 2007):
Melepaskan baju ibu bagian atas
Ibu miring ke kanan maupun ke kiri, lalu memeluk bantal atau bisa juga dengan posisi duduk

Memasang handuk
Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak kelapa atau baby oil
Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu

Menggunakan dua kepalan tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan
Menekan kuat – kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan – gerakan melingkar kecil – kecil dengan kedua ibu jari

Pada saat bersamaan , memijat kedua sisi tulang belakang kea rah bawah, dari leher ke arah tulang belikat, selama 2-3 menit.

Mengulangi pemijtan selama 3 kali
Membersihkan punggung ibu dengan washlap air hangat dan dingin secara bergantian,

Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI.

Pijat oksitosin dilakukan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam ibu akan merasa tenang, rileks, meningkatkan ambang rasa nyeri dan mencintai bayinya, sehingga dengan begitu hormon oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar.

Pijat oksitosin yang dilakukan bertujuan untuk merangsang oksitosin. Let down reflesk yaitu rangsangan isapan bayi melalui serabut saraf, memacu hipofisis bagian belakang untuk mensekresi hormone oksitosin ke dalam darah.

Oksitosin ini menyebabkan sel – sel myopytel yang mengelilingi alveoli dan duktuli berkontraksi sehingga asi mengalir dari alveoli ke duktuli menuju sinus dan puting sehingga produksi asi dapat meningkat yang diobservasi melalui frekuensi menyusui dan lama menyusui. (Amin & Jaya, 2011).

Keuntungan pijat oksitsin:
Pijat oksitosin ini tidak membutuhkan biaya dan bisa dilakukan dirumah oleh suami dan keluarga karena pemijatan ini tidak harus dilakukan oleh petugas kesehatan saja dan bisa dilakukannya bisa kapan saja dan dilakukannya selama 2-3 menit.

Manfaat pijat oksitosin
Menurut (Rahayu, 2016) manfaat melakukan pijatan oksitosin ini akan berdampak baik bagi tubuh ibu. Karena pijatan dapat memberikan efek relaksasi. Mengurangi stres bunda dan dapat membantu tidur ibu lebih baik. Memijat punggung sendiri juga dapat membaantu ibu dalam proses menyusui.

Berikut manfaat penting pijat oksitosin:

Meningkatkan let down reflek
Pijat oksitosin tidak hanya dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin dan prolaktin saja namun juga dapat meningkatkan let down reflek. Hal ini akan membantu pengeluaran asi bunda agar sampai ke bayi.

Dengan melakukan pijatan pada punggung secara rutin dapat mempengaruhi sistem syaraf perifer bunda. Dapat meningkatkan komunikasi dan rangsangan antar syaraf.

Memperbaiki aliran darah menuju jaringan dan organ tubuh, serta dapat mengurangi nyeri

Dapat meningkatkan pengeluaran prolaktin dan oksitosin

Memijat punggung juga dapat membantu dalam kelancara produksi asi yakni dengan cara meningkatkan pengeluaran hormon dan mendukung produksi asi.

Pijat oksitosin dapat merangsang payudara bunda agar dapat berkontraksi sehingga asi dapat terlepas dengan lancar.

Pijatan ini juga dapat menurunkan pengeluaran hormon kortisol. Hormone kortisol merupakan hormon yang keluar saat ibu mengalami stres. Jika hormon kortisol berkurang maka pengeluaran hormon prolatin dan juga oksitosin tidak akan terganggu.

Menurut (Suhermi dkk,2010 dan nahdiah, 2015) cara melakukan pijatan oksitosin, yaitu:

Memberikan informasi terhadap ibu menyusui tentang tindakan atau gerakan apa yang dilakukan. Tujuan dan cara kerja pijat oksitosin agar ibu bisa menyiapkan kondisi psikologis ibu.

Menyiapkan peralatan
Mengatur posisi duduk ibu dengan kepala yang disandarkan ke tangan dan lengan diatas meja dilipat kedepan. Posisi tersebut dapat memicu bagian tulang belakang menjadi lebih mudah untuk dilakukan pemijatan.

Setelah itu, ibu dapat memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang. Pijatlah dengan memakai ibu jari sisi kanan dan sisi kiri dan jarak satu jari ditulang belakang. Gerakan pijatan ini dapat merangsang oksitosin agar keluar yang dihasilkan dari hipofisi posterior.
Kemudian dibagian leher tulang belakang, coba carilah bagian tulang yang menonjol.

Pada titik tulang menonjol tersebut lakukan gerakan sedikit kebawah dan geser kembali kearah kanan dan kiri dengan jarak masing-masing 1-2 jari.
Kedua jari yang ada di costa 5-6 ditarik menyusuri tulang belakang dan membentuk gerakan yang melingkar kecil dengan ibu jari.

Pemijatan dilakukan dengan meyusuri garis tulang belakang ibu keatas kemudian kembali lagi ke bawah.
Pemijatan dapat dilakukan selama 2-3 menit.

Pijat oksitosin sangat penting untuk ibu nifas yang bertujuan untuk mempercepat involusi dan memperlancar produksi asi dan memberikan efek relaksasi terhadap otot-otot yang berperan aktif pada saat proses persalinan.

Komentar dibawah ini