Tercatat 25 Penderita DBD, Dinkes Diminta Sigap Tangani DBD

Pandeglang, badakpos.com – Banyaknya yang terserang demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Pandeglang, selama bulan puasa (Juni) hingga pasca hari raya Idul Fitri (Mei), sangat mengkhawatirkan masyarakat.

Hal ini membuat Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan geram sehingga meminta pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang sigap dalam menangani kasus tersebut. Banyak sekali masyarakat dibeberapa kecamatan pada bulan puasa hingga hari raya Idul Fitri yang melaporkan kepada pihaknya tengah terserang DBD. Maka dari itulah tegas dia, Dinkes harus sigap untuk melakukan penanganan dan membasmi jentik nyamuk yang mengakibatkan DBD tersebut. “Seharusnya, Dinkes melihat cuaca yang terjadi saat ini, artinya jika cuaca itu bakal menyebabkan tumbuhnya jentik nyamuk yang mengakibatkan DBD, harus langsung mengatisipasinya. Jangan malah tak ada upaya apapun dan harus menunggu korban berjatuhan terlebih dahulu,” kata Gunawan, Selasa (11/6).

Gunawan pun menambahkan, kalau saja Dinkes sigap mengatisipasi agar tak ada nyamuk yang berakibat DBD, tentu saja tidak akan ada korban yang berjatuhan. Maka dari itulah tegas Gunawan lagi, Dinkes agar segera terjun kelapangan menangani kasus DBD yang terjadi saat ini. “Tetangga saya saja ada yang terserang DBD, maka dari itulah jika memang harus dilakukan poging segera lakukan, dan jika harus dicari jentiknya segera lakukan gerakan mengajak masyarakat agar bersama-sama membasmi jentik nyamuk. Jangan sampai ditunda-tunda, karena bakal berdampak fatal terhadap warga lainnya (menular,red),” tambahnya.

Masih dikatakan Gunawan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga bakal langsung berkoordinasi dengan pihak Dinkes soal kejelasan berapa korban yang sudah terkena DBD, dan apa saja yang sudah dilakukannya. “Yang pasti nanti saya secara kelembagaan bakal berkoordinasi, dan langsung memerintahkan agar segera bergerak menangani kasus tersebut,” janjinya.

Gunawan pun menegaskan, ia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing. “Cuaca saat ini tidak bersahabat, makanya masyarakat harus benar-benar menjaga kebersihannya di lingkungan masing-masing terutama menguras tempat-temlat yang berhubungan dengan yang ada airnya. Hal itu bagian dari mecegah terjadinya DBD,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada (Dinkes) Pandeglang, Dr. Kodiat Juarsa membenarkan, dari bulan puasa atau di bulan Juni hingga saat ini pasca lebaran atau bulan Mei tidak sedikit masyarakat yang terkena kasus DBD. “Dibulan Juni itu jumlah yang terserang DBD mencapai sekitar 20 orang, dan untuk bulan Mei hingga saat ini ada 5 orang. Jumlah itu sebetulnya kalau dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, trendnya mengalami penurunan,” ungkapnya.

Kodiat menegaskan terjadinya kasus itu, dia mengklaim pihaknya sudah melakukan penanganan kelapangan sesuai laporan yang ada. Penanganan yang dilakukannya kata dia, terutama mendatangi kediaman penderita melakukan pencarian jentiknya. “Kami menangani itu sesuai laporan, jika tidak ada laporan ke Puskesmas atau Dinkes kami tidak bisa menangani, itu prosedurnya. Kami juga tidak bakal langsung mempoging lingkungan tersebut, akan tetapi lebih dulu melakukan pemeriksaan,” tutupnya. (BP-10)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *