Terkait Limbah Medis, Perusahaan Ini Tawarkan Solusi

0
36

Pandeglang, Badakpos.com – Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penanganan limbah medis bernama PT Benteng Laksana Jaya, menawarkan kerja sama untuk angkut limbah medis yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) kepada fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten Pandeglang.

Seperti diketahui bahwa selama pandemi covid-19 limbah medis meningkat drastis, hal tersebut terungkap saat acara sosialisasi penanganan B3 di RSUD Aulia Pandeglang, kecamatan Menes pada rabu (6/10/2021).yang dihadiri para kepala puskesmas (Kapus) , klinik dan RS se kabupaten Pandeglang.

Sementara itu General Manager (GM) PT Benteng Laksana Jaya bernama Aan Ripai Nuralam menuturkan, bahwa penanganan limbah medis yang mengandung B3 harus ditangani atau dilakukan secara hati -hati.Apalagi saat ini limbah medis meningkat akibat penanganan covid-19.

“Dikarenakan memang limbah medis itu limbah infleksius yang kategori satu membutuhkan penanganan yang khusus. Jangankan penangananya, armadanya pun harus khusus dan orangnya harus tersertifikasi.Apalagi dimasa pandemi covid-19,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Masih dikatakan Aan, bahwa untuk penanganan limbah medis harus menjadi perhatian semua.Karena jika tidak dilakukan secara benar akan berdampak buruk terhadap lingkungan, apalagi limbah medis yang terutama mengandung plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk bisa terurai.

Pria kelahiran Pandeglang ini atau lebih tepatnya lahir di kecamatan Sindangresmi, mengaku sudah bekerja sama dengan beberapa pihak pemusnah limbah dan membantu pengolahan limbah di kota Tangerang serta Serang.

“Setidaknya disini bukan berarti saya mengajari, saya hanya sebatas membagi pengalaman terkait yang sudah berjalan.Baik di kota Tangerang maupun di daerah lainnya cara penanganan limbah medis dan limbah lain”, pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Pandeglang Yana Rudiana menyambut baik penawaran kerja sama tersebut. Namun, ia berpesan agar perusahaan  konsisten dalam penanganan limbah medis.

“Kalau kita sih boleh -boleh saja selama tidak menyalahi aturan, silahkan. Cuma saya meminta kepada PT tersebut sanggup nggak, kan lokasi Puskesmas kita pada jauh-jauh. Itu harus terangkut dan tidak boleh lama-lama disimpanya”, ucapnya.

Adapun Direktur RSUD Aulia Pandeglang, dr Raden Furqon Haitami mengatakan, bahwa permasalahan limbah medis bukan hal yang sepele, karena selain berpotensi mencemari lingkungan, limbah infeksius juga dapat meningkatkan potensi penyebaran virus.

Masih dikatakanya, ia berharap melalui sosialisasi yang dilakukan pada hari ini (rabu, 6/10) dapat menghasilkan solusi yang kongkrit antara fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dalam hal pengolahan limbah medis.

“Dan tadi itu sesuai dengan judulnya, Pandeglang sehat, Pandeglang bersih dan Pandangan maju. Selama ini kan angkutan limbah yang memang riskan”, pungkasnya. (BP11).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here