Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PGRI, Hj Yuskiah Ternyata Sosok Pemimpin Berkepribadian Menawan

0
1

Pandeglang, Badakpos.com – Perhelatan pemilihan kepengurusan PGRI Kabupaten Pandeglang sudah selesai, dengan membuahkan hasil Ibu Hj Yuskiah, S.Pd sebagai ketua yang dipilih secara aklamasi.

Terpilihnya Hj Yuskiah menjadi ketua PGRI Kabupaten Pandeglang, ternyata tidak serta merta didapat dari proses pendek hanya dalam satu hari pemilihan, dibalik keberhasilanya menjadi pemersatu organisasi tanpa proses pajang yakni aklamasi, ternyata sosok Hj.Yuskiyah memiliki kepribadian menawan yang sangat dikagumi oleh rekan-rekan satu organisasinya di PGRI.

Ade Sutisna selaku Ketua PGRI Saketi merupakan salah satu pengagum dan pendukung setia tanpa pamrih sosok ketua terpilih Hj.Yuskiah, disela menemani santainya, Ade yang juga sebagai koordinator Administrasi (Kormin) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatam Bojong menceritakan secara rinci sosok ketua PGRI terpilih kepada badakpos.com, Sabtu (27/6).

Hj.Yuskiah Paling Kanan, Bersma Ade Sutisna Saat Anjangsana Ke Salah Satu Pengurus Demisioner PGRI.
Hj.Yuskiah Paling Kanan, Bersma Ade Sutisna Saat Anjangsana Ke Salah Satu Pengurus Demisioner PGRI.

Sosok santun dan dermawan Ibu Hj.Yuskiah menjadi ciri khas dari kepribadiannya, baik bergaul dalam lingkungan organisasi maupun dengan masyarakat luas, selain itu, Hj.Yuskiah juga dikenal sebagai sosok wanita keibuan yang humble dalam bermasyarakat.

Selain kepribadianya yang menawan, sosok Hj.Yuskiah ternyata memiliki satu kunci yang menjadi penopang dalam keberhasilanya meraih simpati dalam bermasyarakat ataupun pada pemilihan waktu lalu, yakni religius dan dermawan.

Dari sikap religius inilah sosok Hj.Yuskiah dikenal sebagai pribadi yang dermawan, Hj.yuskiah memiliki anak asuh yatim/piatu dari kalangan dhuafa, “Inilah menurut saya jadi penolong mulusnya jalan Bu Hj.Yuskiah menjadi sekarang ini, baik dalam karir ataupun menjadi ketua PGRI sekalipun”, kata Ade Sutisna.

Warga PGRI sebagian besar adalah guru-guru, yang notabene tidak diragukan lagi dalam wawasan, pengetahuan, dan pengakuan masyarakat dalam berbagai aktifitas dilingkungannya, dengan modal tersebut tentunya tidak akan gegabah dalam menentukan sesuatu atau memilih sesuatu, termasuk memilih Ketua PGRI yang telah dilaksanakan di tanggal 23 Juni 2020 kemarin.

Karena, dari guru lah lahir Politisi, lahir dokter, lahir ilmuan, bahkan dari guru lah lahir pemimpin negeri ini, dari sinilah saya yakin kata Ade, soal pemenangan dalam bentuk aklamasi menjadi keniscayaan sebuah organisasi yang di dalamnya tempat berkumpul sosok sosok tauladan, tidak gaduh, tidak ada intrik, tidak ada deal politik dan tidak ada money politik.

Memang manusia tidak ada yang sempurna, tentu ada plus dan minusnya tapi setidaknya ada alasan yang mendasar yang cukup kuat mengapa ibu Hj.Yuskiah terpilih.

Hj.Yuskiah Ke Enam Dari Kiri, Foto Bersama PGRI Pandeglang Saat Konkab PGRI Beberapa Waktu Lalu.
Hj.Yuskiah Ke Enam Dari Kiri, Foto Bersama PGRI Pandeglang Saat Konkab PGRI Beberapa Waktu Lalu.

Pertama, menurut saya kata Ade, tingkat kepedulian ibu Hj.Yuskiah sangat tinggi, peduli terhadap kondisi rekan-rekan satu organisasi, baik dalam keadaan pahit dan keadaan manis sesuai kemampuan tentunya.

Contohnya, Ade menjelaskan, ketika ada rekan yang sakit, beliau menjadi motivasi dengan menjenguk, dan begitu juga ketika ada rekan yang hajatan (pesta perayaan) beliau juga yang selalu mengajak anggota lain ikut membantu, ikut mendukung semampunya dalam kegiatan tersebut, banyak hal-hal yang lain yang beliau tunjukkan yang mencerminkan sikap kepedulian Hj.Yuskiah.

Hal tersebut sederhana memang, kata Ade, bahkan semua orang mampu melakukannya, tapi menurutnya, Hj.Yuskiah lah yang paling peduli dalam masalah itu.

Yang kedua, kata Ade, Sosok Hj. Yuskiah itu, sosok yang bersahaja, merakyat, membuat orang tidak merasa canggung mendekatinya, semua orang diterima dengan ramah dengan tangan terbuka, terkadang orang yang baru bertamu dirumah Hj.Yuskiah akan merasa bingung, jika kebetulan dirumahnya masih ada tamu, pasti bingung membedakan mana tamu dan mana tuan rumah, karena teman-teman yang menjadi tamunya merasa nyaman seperti rumah sendiri, contohnya mengambil makanan sendiri, minuman, Kecuali dalam hal-hal yg privasi, semua tentunya tahu diri, pasti bagi tamu yang baru kenal akan bingung, saya pun awalnya bingung menentukan mana tuan rumahnya saking dekatnya mereka.

Ketiga, Hj.Yuskiah adalah sosok yang tegas dan demokratis, saat dalam menjalankan tugas di keseharian, Hj.Yuskiah terbilang tegas, ketika yang disampaikan itu benar, dirinya (Hj.Yuskiah) pasti sampaikan walaupun itu pahit, dan teguh terhadap pendiriannya, tetapi ketika ada masukan yang bisa diterima oleh semua dan itu dianggap benar, maka biasanya Ibu Yuskiah mau menerimanya dengan terbuka.

Keempat, ibu Hj.Yuskiah beliau dermawan, seperti yang diceritakan diawal.

Kelima, Energis, saya lihat sosok Ibu Hj.Yuskiah sosok yang tidak mengenal lelah saat bekerja, membela rekan, menyelesaikan masalah, bahkan sebelum masalah terselesaikan ia akan terus membela sampai masalah tersebut ada solusinya dan selesai.

Keenam, menurut saya, Hj.Yuskiah ini sosok pemersatu, ia tahu watak dan karakter semua rekannya, itu yang menjadikan dirinya (Hj.Yuskiah) tahu bagaimana perlakuan yang harus terapkan terhadap satu dan yang lainnya, sehingga semua bisa dirangkulnya bersatu dalam visi dan misi yang sama.

Ketujuh, religius, ini pula yang telah dijelaskan di awal, menjadinya orang yang sangat disegani.

Kedelapan, suka menjalin silaturahmi, sehingga banyak yang menjadi sahabat, kerabat, di tiap daerah dan sudah seperti keluarga, itu yang kemarin menjadi kekuatan besar bagai air bah yang tidak terbendung untuk memilih Hj.Yuskiah, kekuatan kekeluargaan dan kebersamaan yang dibangunya menjadi penentu utama aklamasi.

“Banyak lagi sikap-sikap yang ditunjukkan beliau (Hj.Yuskiah), Sejalan dengan tugas Pengurus PGRI sendiri diantaranya melayani, menganyomi, mensejahterakan, meningkatkan harkat marbat dan meningkatkan profesionalisme guru, jadi wajar Hj.Yuskiah terpilih menjadi Ketua PGRI Kabupaten dipemilihan kemarin”, tutup Ade Sutisna.(BP1).

Komentar dibawah ini