Tiga Pasangan Bacalwalkot Cilegon Pertanyakan Tahapan Kesehatan Ratu Ati

0
1

Cilegon, Badakpos.com – Jelang penetapan pasangan calon pada pilkada Cilegon 2020 oleh komisi pemilihan umum (KPU) kota Cilegon, Tiga Pasangan Bacalwalkot Cilegon Pertanyakan Tahapan Kesehatan Ratu Ati atas dugaan adanya perlakuan kejanggalan KPU kota Cilegon terhadap salah satu pasangan bakal calon wali kota, yang sebelumnya terkomfirmasi positif virus covid-19 dari hasil pemeriksaan kesehatan.

Dugaan pelanggaran pada tahapan pilkada cilegon saat ini, tengah jadi bahan perbincangan terkait soal hasil pemeriksaan kesehatan salah satu bakal calon wali kota Cilegon yang sebelumnya terkomfirmasi positif covid-19. Dua kali tidak mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan, namun KPU Cilegon saat ini telah menyatakan bahwa Ratu Ati telah memenuhi syarat dalam hal pemeriksaan kesehatan.

Menyikapi hal tersebut, tiga pasangan bacal walkot pada pilkada cilegon yang terdiri dari pasangan Iye-Awab, pasangan Mumu-Firman dan Helldy-Sanuji mendatangi kantor KPU Cilegon pada hari ini (senin, 21/9).

“Kita akan sama-sama mendatangi kantor KPU Cilegon pada hari ini, untuk mempertanyakan kejanggalan itu.Karena KPU sudah mengumumkan bahwa dokumen persyaratan empat bakal paslon ini semua memenuhi syarat. Sementara kami melihat ada yang janggal pada tahapan tersebut “, terang H Ali Mujahidin.

Dilanjutkan Ali Mujahidin, pihaknya mempertanyakan dasar KPU yang menyatakan bakal calon atas nama Ratu Ati telah memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan, sedangkan hasil swab test Ratu Ati terkomfirmasi positif covid-19 dan mengacu pada aturan PKPU 10/2020 harus dilakukan penundaan tahapan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kita akan pertanyakan perlakuan yang
berbeda dari aturan ini, dalam PKPU di jelaskan, bahwa calon yang positif covid-19 itu tahapannya berbeda dengan yang negatif. Pasal 50 c itu tidak multi tafsir, tegas dinyatakan dilakukan penundaan sesuai dengan aturan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Kalau mengacu pada itu berarti kan harus karantina selama 14 hari setelah itu swab”, ungkapnya.

Bakal calon wali kota Cilegon dari jalur perseorangan ini mengaku pernah menanyakan hal tersebut kepada komisioner KPU Cilegon melalui telepon genggam, namun tidak mendapatkan jawaban yang dirasa tepat.

“KPU pernah saya tanya, dan dia menjawab soal ini mengacu pada pasal 50 A(PKPU 10/2020).Padahal kalau melihat pasal itu, itu soal kewajiban swab test untuk pendaftaran. Tapi kan sebelum pemeriksaan kesehatan ada swab test lagi oleh tim kesehatan dan bersama KPU, mereka sudah mengumumkan bahwa Ratu Ati positif covid-19.Seharusnya adalah perlakuan mengacu ke pasal 50C PKPU 10/2020”, ungkap H Mumu.

Pertemuan tiga bakal calon, terdiri dari Haji Mumu, Haji Iye dan Haji Awab serta ketua tim pemenangan Haji Sanuji juga menyepakati akan membawa persoalan ini menjadi laporan ke badan pengawas pemilu (Bawaslu), dan juga dewan kehormatan penyelenggara pemilu (DKPP).

“Setelah atau usai dari KPU, kami juga akan ke Bawaslu dan DKPP, atas adanya dugaan pelanggaran oleh KPU itu.Bawaslu tidak boleh diam atas pelanggaran tersebut”, terang Haji Mumu kepada wartawan. (BP1).

Komentar dibawah ini