Timor Leste Pelajari DAS Cidanau

0
35

Serang, badakpos.com – Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste melakukan studi banding ke Banten untuk mempelajari pengelolaan DAS Cidanau. Acara berlangsung di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten di Kawasan KP3B,Kota Serang, Banten, Kamis (8/6)

Kunjungan studi banding tersebut dalam rangka Implementation Arrangement antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste. Dalam pelaksanaannya, implementasi tersebut dilakukan melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutan Republik Indonesia yang mengantar rombongan Timor Leste ke Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC).

Dalam kunjungan ini pihak Republik Demokratik Timor Leste di wakili oleh Manuel Mendes (Director General Kehutanan, Kopi dan Tanaman Industri – Ministero Agricultura E Pescas) dan Fernandino da Costa (Kepala Sub Sesksi Persemaian dan Benih – Ministero Agricultura E Pescas, RDIL) didamping Direktorat Pepdas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutan RI diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku Ketua FKDC Husni Hasan bersama Direktur Eksekutif LSM Rekonvasi Bhumi NP Rahadian selaku Sekretaris Jenderal FKDC.

Ministero Agricultura E Pescas Timor Leste menyampaikan, tujuan kunjungan ke FKDC yaitu Studi Banding yang juga merupakan tindak lanjut guna memahami pengelolaan Terpadu DAS.

“ Ini tindak lanjut Implementation Arrangement antar dua negara, Kami perlu belajar kesini karena daerah kami juga memeiliki DAS yang perlu diolah seperti DAS Cidanau,” ujar Manuel dalam paparannya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LSM Rekonvasi Bhumi, NP Rahadian mengatakan bahwa DAS Cidanau merupakan satu kesatuan wilayah pengelolaan DAS yang didalamnya terdapat Cagar Alam Rawa Dano yang luasnya 3500 hektar untuk reservoar air baku bagi industri dan kebutuhan masyarakat di wilayah Cilegon.

Diketahui, Timor Leste merupakan wilayah yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perbukitan dan kering, sehingga mereka perlu melakukan pengelolaan DAS yang berada diwilayah Timor Leste untuk keperluan air bersih bagi warganya. Untuk keperluan tersebut, pihak Timor Leste melakukan studi banding guna mengetahui cara mengelolah DAS Cidanau yang menjadikan Rawa Dano sebagai daerah tampungan air yang pengelolaannya melibatkan partisipasi masyarakat.

“Kami melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber air Rawa Danau, sehingga masyarakat merasakan dampak postif dari keterlibatan mereka dalam bentuk Pembayaran Jasa Lingkungan yang besarnya 1,3 juta hingga 1,7 juta per hektar pertahun kepada pemilik lahan yang mempertahankan tegakkan tanaman minimal 500 batang perhektar,” ungkap NP Rahadian yang lebih akrab dipanggil Nana.(BP4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here