Tingkatkan Pelayanan, Pemkab Pandeglang Study Kaji MPP Ke Kota Bogor

Pandeglang, badakpos.com – Pelayanan dasar cepat dan singkat merupakan kebutuhan masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang study kaji Mall Pelayanan Publik (MPP) ke Kota Bogor, Selasa (15/10).

Bupati Pandeglang Irna Narulita membenarkan jika dasar pelayanan cepat, murah dan tidak berbelit sangat diharapkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, pihak nya berencana membuat MPP dimana semua pelayanan terpadu dapat dilakukan dalam satu gedung.”Kita datang ke Kota Bogor, kita dapat melihat semua masyarakat dapat dilayani dengan baik dan terpadu dalam satu tempat sehingga bisa lebih mudah,” kata Irna

Irna juga mengatakan, jika kedatangannya ke Kota Bogor merupakan rekomendasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). “Saat kita datang ke Kementerian akan berkoordinasi terkait MPP, kita diarahkan untuk study kaji ke Kota Bogor karena sudah berjalan dan pelayanannya bagus,” tuturnya.

“Apa yang didapat dari sini akan kami pelajari baik dari sistem teknologinya, maupun dari tahapan yang dilakukan untuk mewujudkan MPP,”pungkasnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita, pada study kaji ke Kota Bogor bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TB Udi Juhdi, Wakil Ketua DPRD Asep Rafiudin, dan Fuhaira Amina. Bupati dan jajaran diterima langsung oleh Wali Kota Bima Arya dan Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim di Kantor Wali Kota.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan jika MPP ini baru baru berjalan selama dua bulan. Kata dia, dengan adanya MPP ini bukan hanya memudahkan namun bisa membahagiakan masyarakat.”Melayani dan membahagiakan masyarakat itu merupakan hal yang harus dipikirkan oleh Pemerintah. Dengan pelayanan yang cepat, dan mudah akan membuat masyarakat bahagia,” kata Bima Arya.

Dikatakan Bima Arya, semua pelayanan dasar dan perizinan ada di MPP. “Disini ada 145 pelayanan diantaranya Adminduk, Imigrasi, Paspor, BPJS dan seluruh perizinan lainnya yang ada di Kota Bogor,” ujarnya.

Anggaran yang digunakan untuk pembuatan MPP ini kurang lebih 4,9 miliar. Dijelaskan, Bima dari jumlah itu, 3,4 miliar pengadaan barang dan jasa, 1,5 miliar infrastruktur.”Awalnya kami juga ragu membuat MPP karena hawatir tidak ada pengunjung. Namun, kami maksimalkan sosialisasi di medsos hingga kami menyediakan spot di MPP untuk nikah gratis bagi masyarakat, alhamdulillah dalam kurun waktu 2 bulan ini sudah ada 7.000 masyarakat yang kami layani,”terangnya.

Sementara Ketua DPRD Pandeglang TB Udi Juhdi mengatakan, setelah melihat bagaimana pelayanan yang dilakukan di MPP, dirinya sangat mensuport Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk membuat MPP agar pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dan cepat.”Kita akan dorong, sehingga pas hari jadi Pandeglang tahun 2020 sudah memiliki MPP yang dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,”kata Udi Juhdi.(Bp-3)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *