Tinjau Korban Gempa, Irna : Kami Upayakan Dari Dana TT Dan Minta Dukungan Provinsi Maupun Pusat

0
2

Pandeglang, badakpos.com – Gempabumi yang mengguncang Banten dan Sekitarnya dengan kekuatan magnitudo 6,9, sehingga mengakibatkan ratusan rumah mengalami kerusakan. Jum’at malam, (2/8).

Diketahui di Kabupaten Pandeglang, data sementara yang rusak mencapai 107 unit baik rumah, mushola, dan sekolah madrasah yang tersebar diberbagai kecamatan. Irna pun mengucapkan banyak terimakasih kepada BNPB dan semua pihak, karena sudah siaga menangani bencana gempa ini. Berharap kedepan bisa lebih semangat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dibantu oleh Tagana, BPBD, dan relawan-relawan lainnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengungkapkan belum bisa memastikan soal bantuan bagi rumah warga yang rusak akibat gempa. Soalnya, Pemkab Pandeglang tidak memiliki anggaran lebih, apalagi saat ini sudah tahun berjalan. “Anggaran kami sudah tertutup karena sudah tahun berjalan. Jadi nanti kami mohon bantuan dari pusat dan Provinsi Banten. Kalau pun ada paling sekitar Rp2,5 miliar bantuan tak terduga namun tidak bisa meng-cover semua,” paparnya.

Atas kejadian gempa yang menimpa wilayah Kabupaten Pandeglang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemprov Banten untuk membantu rumah warga yang mengalami rusak sedang dan berat. Supaya nantinya Pemkab Pandeglang bisa membantu menangani rumah rusak ringan. “Nanti kami akan lihat apakah yang rusak ringan bisa diambil dari dana tak terduga lalu yang sedang dan berat ada kebijaksanaan dari pusat atau Pemprov Banten,” tutup bupati.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita menjelaskan semoga kedepan rumah-rumah terdampak gempa agar diperhatikan oleh pemerintah pusat, adapun upaya kami memberikan sosialisasi, edukasi, bagaimana mengintimidasi bencana. Sebagian memang masyarakat kami yang dilatih untuk sosialisasi bagaimana kalau ada ancaman gempa. “Fokus kami kemaren memang hanya dipesisir pantai saja, yang memang baru terjadi tsunami. Ada pelatihan dari tagana, BPBD, tapi tidak semua masyarakat bisa berkumpul. Tentunya simpul-simpul kami belum terkumpul semua,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini