Tradisi Ketupat Menjadikan Sebagian Warga Kebanjiran Order

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Membuat dan menyajikan ketupat saat memasuki pertengahan di bulan ramadhan, sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga kabupaten Pandeglang dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan badakpos.com, bahwa sejak tadi malam hingga hari ini(Senin, 20/5) sebagian warga sekitar Labuan pada sibuk membuat dan merebus ketupat.

Dan berdasarkan informasi, bahwa masih banyak warga yang tidak bisa membuat sarung(urung bahasa daerah) ketupat dan lepet, biasanya mereka akan membeli ketupat yang sudah matang dari tetangga atau pasar.

Didin salah satu pembuat ketupat saat ditemui mengatakan, bahwa ia kebanjiran pesanan tetupat dan lepet, biasanya saat bulan syafar dan ramadhan banyak tetangga yang pada pesan.

Lanjut Didin, membuat ketupat dan lepet harus penuh kesabaran, terutama saat perebusan karena perlu dutungguin, sebab api jangan sampai padam.

Masih kata Didin, pesanan kali ini(ramadhan) cuman 380 buah dan ia jual Rp 1.500 per buah.

Ditempat yang sama, Jenab warga sekitar mengatakan, ia sengaja pesan ketupat ke Didin, karena harganya terjangkau serta kematangan dan rasa terjaga.

Hal lain dikatakan Lilis warga lainnya, ketupat dicampur sayur lodeh atau semur daging akan lebih memanjakan lidah saat dikunyah. (BP-11)

Komentar dibawah ini