Triwulan III, Realisasi Pendapatan Pajak Pandeglang Capai 71 Persen

0
0

Pandeglang, Badakpos.com – Realisasi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Pandeglang hingga triwulan ketiga telah mencapai 71 persen atau senilai Rp 34 miliar, dari target yang ditetapkan pada tahun 2019 sebesar Rp 48 miliar, Jumlah pendapatan sektor pajak tersebut berasal dari 11 jenis pajak daerah, Hal tersebut diungkap dalam Rapat Koordinasi pengendalian pajak daerah tahun 2019 di Hotel S’Rizki, Kamis (17/10).

Menurut Deden Slamet Sobarna Kasubbid Pengendalian, Penyuluhan dan Penindakan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang  capaian realisasi pendapatan pajak daerah untuk triwulan III, yaitu, pendapatan pajak hotel 631 juta, pajak restoran 1,6 miliar, pajak hiburan 181 juta, reklame sebesar 969 juta, pajak penerangan jalan 10,6 miliar, di susul pendapatan pajak parkir 50 juta, air bawah tanah 135 juta, sarang burung walet 3 juta, pajak mineral bukan logam dan batuan sebesar 323 juta, BPHTB 5,8 miliar, sedangkan pendapatan pajak yang menjadi sektor penyumbang pendapatan tertinggi yaitu PBB-P2 dengan nominal 13,9 miliar”, terangnya.

Ia menambahkan pihaknya terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan wajib pajak, dengan langsung terjun ke lapangan untuk lebih dalam menggali potensi-potensi pajak.

“Melakukan pembinaan, penyuluhan dan sosialisasi kepada wajib pajak, masyarakat maupun para pengusaha, agar sisa waktu 2 bulan ini target yang telah di tentukan bisa tercapai secara optimal”,tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanto Warsono Arban usai membuka acara tersebut mengatakan pajak merupakan penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang, selama kurun waktu empat tahun tren pencapaian realisasi pajak Kabupaten Pandeglang targetnya selalu tercapai.

“Untuk tahun ini pendapatan pajak, khususnya pajak hotel agak berkurang, karena faktor bencana tsunami yang melanda Pandeglang desember tahun lalu”, katanya.

Lebih lanjut Tanto mengatakan potensi pendapatan di sektor pajak harus terus di tingkatkan, memang pertumbuhan pendapatan pajak setiap tahun mengalami peningkatan, akan tetapi di nilai masih kurang, makanya kedepan perlu adanya pembenahan dan evaluasi dari hasil kajian yang sudah di lakukan.

“Potensi pajak sudah ada, sistemnya juga sudah bagus, tinggal bagaimana keseriusan kita untuk menggenjot pendapatan di sektor pajak. Oleh kerena itu kami menekankan kepada para Camat dan stakeholder terkait untuk terus proaktif melakukan berbagai inovasi, baik dalam masalah pelayanan dan menggali potensi-potensi pajak, agar pendapatan di sektor pajak bisa lebih meningkat”, pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi pengendalian pajak daerah, sebagai narasumber, Sekretaris daerah Pery Hasanudin, Wawan Setiawan Kasubbid Pemeriksaan dan Pembukaan BP2D,dan di ikuti para peserta terdiri dari para Camat dan stakeholder terkait. (BP1).

Komentar dibawah ini