Tuding Pemerintah Lemah, Massa Aksi KAMMI Menuju Istana Dihadang?.

0
46

Jakarta, Badakpos.com – Hari ini Jumat (14/9), demonstrasi menuju Istana Negara oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) se-Jabodetabek dihadang.

Aksi yang diikuti oleh ratusan aktivis dan simparisan KAMMI ini dipicu oleh lemahnya pemerintah Indonesia, serta keprihatinan atas beberapa persoalan perekonomian yang mencuat akhir – akhir ini, terutama pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Koordinator Lapangan (Koorlap) Aksi Ammar Multazam saat dihubungi Badakpos.com menyampaikan, bahwa massa aksi yang ia pimpin ditahan aparat kepolisian agar pergerakanya terhenti tidak sampai ke istana.

“Kami dihadang dan tertahan dikementerian PMK tidak bergerak, agar kami tidak sampai ke Istana Negara”, Jelas Ammar.

Ketua KAMMI Bogor ini mengungkapkan, alasan pihaknya melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan tepat menstabilkan Rupiah atas dollar.

“Sebab, jika rupiah terus melemah maka akan memicu terjadinya inflasi. Indonesia masih memiliki ketergantungan bahan baku impor yang cukup tinggi dan pelemahan rupiah juga dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap beban hutang luar negeri. Kami tidak akan tinggal diam,” Kata Ammar.

Menurut pantauan dilokasi, massa aksi terbagi mejadi empat titik, dengan tuntutan aksi berbeda – beda, Bem Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) aksi di depan DPR RI, Bem SI se-jabodetabek Banten di depan gedung kemenkeu.

Masih ditempat yang sama, Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Tangerang Selatan Arsandi menegaskan, bahwa organisasinya tidak bergabung dengan Aliansi lain yang menggelar aksi serupa dititik yang bedekatan.

“Selain KAMMI sebagian mereka adalah massa pro pemerintah, tapi hanya berjumlah sekitar 20 orang”, Ungkap Arsandi.

Demonstrasi yang dimulai dari Patung Kuda Arjuna Wijaya ini memiliki empat tuntutan utama. Yaitu, stabilkan nilai tukar rupiah, turukan harga kebutuhan pokok, hentikan impor yang tidak diperlukan, dan lakukan swasembada pangan.

“Tuntutan kami harus segera terealisasi, jika tidak, maka dalam waktu dekat kami akan melalukan aksi lebih besat” Ujar Arsandi. (BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here