UNBK, KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

0
99

PANDEGLANG – Minggu ini kita kita mulai memasuki tahapan Ujian Nasional yang secara serentak diselenggarakan di seluruh Indonesia.  Sesuai kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pelaksanaan ujian nasional tahun inipun menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer atau lebih dikenal dengan istilah UNBK.  Pelaksanaan UNBK telah dimulai sejak tahun 2016 lalu.  Apa sebenarnya kelebihan dari UNBK bila dibandingkan dengan ujian nasional tertulis dan apa pula kelemahannya ?  Artikerl berikut mencoba mengupas kelebihan dan kekurangan pelaksanaan UNBK.

Asumsi awal dari penerapan UNBK adalah bahwa siswa peserta didik saat ini telah banyak mengenal computer sehingga UNBK telah layak untuk dilaksanakan.  Keuntungan yang dapat diperoleh bila ujian nasional menggunakan sistem UNBK salah satunya adalah penghematan anggaran negara.  SSelama ini setiap tahunnya, negara harus mengalokasikan anggaran sekitar 560 Milyar untuk mencetak lembar soal dan jawaban ujian nasional.  Belum lagi biaya pengiriman lembar soal/jawaban tersebut ke setiap daerah di Indonesia.  Dengan penerapan UNBK maka biaya tersebut dapat dihilangkan.

Keuntungan kedua dari penerapan UNBK adalah meminimalisir adanya kecurangan yang dilakukan saat ujian nasional berlangsung.  Seperti kita dengar melalui berbagai pemberitaan, selama ini pelaksanaan ujian nasional tidak pernah lepas dari isu kecurangan berupa kebocoran soal ujian.  Dengan penerapan UNBK, faktor kecurangan dapat diminimalisir karena pemerintah sudah menciptakan system keamanan dan firewall yang kuat dan tentunya berlapis sehingga tidak mudah ditembus para pelaku cyber-crime.  Dengan demikian, diharapkan kualitas hasil ujian nasional dapat lebih dipertanggungjawabkan.

Keuntungan berikutnya adalah meminimalisir kesalahan siswa dalam mengerjakan soal atau mengisi Biodata Peserta Ujian Nasional.  Selama ini, seringkali siswa melakukan kesalahan pada saat pengisian Lembar Jawaban Komputer (LJK).  Mereka memang dapat menghapus dan memperbaiki kesalahannya.  Namun hal ini sering mengakibatkan LJK menjadi rusak dan tidak dapat dibaca oleh computer.  UNBK dapat meminimalisir bahkan menghilangkan hal ini.

Selain ketiga keuntungan diatas, maka melalui penerapan UNBK siswa secara langsung akan belajar dan mengenal dunia informatika.  Penerapan ujian berbasis computer telah banyak digunakan di negara kita, misalnya saja saat ujian penerimaan CPNS, UKG dan lain-lain.  Dengan memperkenalkan sedini mungkin cara ujian dengan basis computer kepada peserta didik maka diharapkan mereka tidak akan gagap ketika menghadapi ujian serupa di kemudian hari.

Tentu saja, selain keuntungan-keuntungan tersebut, pelaksanaan UNBK juga mengandung kelemahan-kelemahan, terutama berkaitan dengan kondisi riil di masyarakat Indonesia.  Pertama, belum semua sekolah memiliki fasilitas computer yang memadai untuk melaksanakan UNBK.  Akibatnya masih banyak sekolah yang melaksanakan ujian nasional dengan sistem tertulis.

Kedua, jaringan internet di negara kita belum sepenuhnya menjangkau daerah-daerah pelosok.  Masih banyak ditemukan wilayah blank spot dimana komunikasi melalui internet tidak dapat dilakukan.  Kondisi ini tentu membuat pelaksanaan UNBK belum dapat dilakukan pada daerah-daerah tersebut.  Termasuk didalam masalah ini adalah ketidakmerataan kekuatan akses internet antara satu wilayah dengan wilayah yang lain.

Faktor ketersediaan listrik juga dapat menyebabkan masalah pada pelaksanaan UNBK.  Pasokan listrik yang kadang tidak ada jaminan tersedia untuk setiap waktu harus benar-benar diperhatikan karena apa jadinya bila saat berlangsung UNBK tiba-tiba pasokan listrik terputus.  Untuk mengatasi kemungkinan ini, pihak penyelenggara UNBK harus memiliki generator yang selalu siap sedia untuk menjadi alternative pasokan listrik selama berlangsungnya UNBK.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan diatas, pelakanaan ujian nasional apapun bentuknya harus dapat menjadi sarana bagi negara guna menguji hasil dari penyelenggaraan pendidikan nasional selama ini.  Untuk itu diperlukan kejujuran dari semua penyelenggara ujian nasional sehingga hasilnya dapat benar-benar menjadi representasi dari hasil pendidikan nasional selama satu tahun.  Bila tidak, ujian nasional hanya sekedar seremoni yang tidak ada artinya bagi upaya pencerdasan kehidupan bangsa. ( DS – dari berbagai sumber, Foto : latihancbt.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here