UNMA Banten, Islamic Relief Worldwide, dan TRAMP Peduli Warga Terdampak Covid-19.

0
0

Pandeglang, Badakpos.com – Universitas Mathla’ul Anwar Banten bekerja sama dengan Islamic Relief Worldwide dan TRAMP membagikan paket sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 di 4 desa yang tersebar di 3 kecamatan di kabupaten Pandeglang, bertempat di Kampus UNMA Banten, Sodong, Kamis (14/05).

Berawal dari tujuan yang sama yaitu, meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, UNMA Banten bersama dengan TRAMP bekerjasama dengan Islamic Relief Worldwide, sebagai NGO internasional yang mendapat donor dari mybank malaysia memberikan bantuan sosial berupa sembako bagi masyarakat terdampak, hal tersebut disampaikan Hatami Kastura selaku ketua lembaga penelitian, pengabdian dan pengembangan masyarakat (LP3M) UNMA Banten.

Masih kata Hatami, “Sejumlah 1000 paket sembako untuk 1000 kepala keluarga disebar ke empat desa di tiga kecamatan, diantaranya desa Sindang hayu kecamatan saketi sebanyak 162 KK, desa cilaban bulan kecamatan menes 160 kk, desa Cimanggu kecamatan Cimanggu 188 kk dan desa Cibadak kecamatan cimanggu 490 KK”, ujarnya.

Masih kata Hatami, selain disarankan agar dapat memanfaatkan bantuan dengan sebaik mungkin untuk keluarga, Masyarakat juga dihimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan tidak bepergian terlebih dahulu, dan tetap dirumah masing-masing.

Ditempat yang sama, Iko Jakalaksana selaku ketua umum dari TRAMP (Top Ranger and Mountain Pathfinder) menuturkan bahwa untuk desa Sindang hayu karena lokasinya berdekatan dengan UNMA, maka dilakukan pembagian di halaman kampus sebagai pengelola bantuan, supaya tidak terjadinya penularan Covid-19 dalam pencegahannya kami berprinsip pada protokol kesehatan dengan memberikan jarak 2 meter dari setiap penerima manfaat ke penerima manfaat yg lain.

“Selain itu, Kegiatan hari ini kami menyediakan masker bagi panitia penyelenggara dan juga bagi penerima manfaat, dan kami juga bekerja sama dengan aparatur desa dalam pembagiannya supaya tepat sasaran dan menghindari terjadinya dobel bantuan”, ungkap Iko.

Iko juga menambahkan, dirinya dan tim berharap sistem pembagian bantuan sosial di Indonesia bisa berjalan lebih baik, sehingga dapat memberikan bantuan pada orang-orang yang tepat sasaran seperti yang kami lakukan, “memang tidak mudah dalam filterisasi nya namun apabila dilakukan dengan baik insyaallah bisa terlaksana dengan baik juga”, tutup Iko. (BP12/MG).

Komentar dibawah ini