Usia Tua Bukan Alasan Bagi Ibu Sabtiah Untuk Tidak Berjualan

0
9

Pandeglang, BadakPos.com – Kisah Pejuang kali ini datang dari Ibu Sabtiah (56 th), sosok pedagang makanan ringan keliling. Di sebuah rumah yang sederhana, di Kampung. Cikaduen, Desa. Cikaduen, Kecamatan. Cipeucang Pandeglang Banten, Ibu Sabtiah tinggal bersama suami dan cucu-cucunya.

 

Ke empat anaknya telah lama wafat dan meninggalkan 5 orang cucu yang kini menjadi tanggungjawabnya.

 

Kondisi suami bu Sabtiah saat ini tak mampu lagi bekerja untuk mencari nafkah, karena menderita sakit yang sudah lumayan lama. Setiap hari, dia (Bu Sabtiah) banting tulang mencari nafkah untuk mencukupi biaya hidup keluarganya, biaya berobat suaminya, dan biaya sekolah untuk ke lima cucu nya.

 

Meskipun kondisi ekonominya lemah, Bu Sabtiah tidak pernah mengabaikan kebutuhan cucu-cucu nya akan pendidikan. Semua cucu nya, ia sekolahkan meski harus bekerja mati-matian.

 

Bu Sabtiah berjualan makanan ringan dengan cara berkeliling ke kantor-kantor, pasar, ataupun alun-alun. Keuntungan yang didapat pun tak besar, berkisar 20.000 – 30.000 setiap harinya, Itupun jika dagangannya habis.

 

Dengan usia yang tidak lagi muda bahkan sudah masuk kategori lansia, kondisi mata yang hanya berfungsi sebelah, beliau tetap sabar dan semangat mencari nafkah. Dengan ketaatannya kepada yg Maha Kuasa (Allah. Swt) , beliau mengajarkan untuk tetap bersyukur dan mendekatkan diri kepada sang pencipta. “Walau keadaan seperti ini, harus tetap bersyukur dan terus mendekatkan diri kepada Allah, Allah akan selalu melindungi kami, ” tutur Ibu Sabtiah.
Disela menutup Obrolan, bilamana Pembaca Peduli dengan sosok tersebut bisa kontak dengan Relawan Ketimbang Ngemis Pandeglang.(Bp1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here