VONIS RINGAN BAGI PELAKU PERDAGANGAN SATWA DILINDUNGI DISAYANGKAN WCS

0
12

Dua kasus perdagangan ilegal kulit harimau sudah dijatuhi vonis di Pengadilan Negeri Jambi. Masing-masing EK dan MN, mendapat vonis sama, delapan bulan kurungan, dan denda Rp 500.000 dan Rp1 juta subsider satu bulan kurungan.

Dikutip dari mongabay.co.id, Legal Advisor Wildlife Crime Unit, Wildlife Conservation Society (WCS), Irma Hermawan menyayangkan hukuman yang dia anggap sangat ringan ini.

“Sungguh disayangkan vonis sangat ringan. Apalagi terdakwa memiliki lebih dua barang bukti,” ujarnya.

Kedua pelaku adalah pemain lama perdagangan ilegal harimau dan termasuk jaringan perdagangan antarprovinsi serta lebih dari dua harimau yang telah mereka perdagangkan.

Jaksa,  seharusnya mengetahui kasus-kasus terkait tumbuhan dan satwa liar dituntut hukuman berat dan multi undang- undang seperti tercantum dalam surat edaran Kejaksaan Agung.

Untuk mencegah kasus kembali terulang, WCS terus mendorong isu tumbuhan dan satwa liar masuk kurikulum Badiklat Polri dan Kejaksaan. Dengan demikian diharapkan pihak kepolisian dan kejaksaan dapat mengajukan tuntutan yang lebih layak bagi para pedagang satwa yang dilindungi. (BP-2, foto : mongabay indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here