Wabup Sidak Realisasi PBB-P2 Di Kecamatan Wilayah Kota

0
1

Pandeglang, badakpos.com – Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang. Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban menilai, capaian pajak PBB-P2 tiap tahun dirasakan masih belum optimal.”Untuk itu kami coba turun langsung ke Kecamatan memastikan sejauh mana realisasi yang sudah dilaksanakan tahun 2019,” demikian dikatakan Tanto Warsono Arban saat sidak di tiga Kecamatan yaitu Cadasari, Karangtanjung, dan Pandeglang, Kamis (24/10).

Menurutnya, memang kendala yang dihadapi dalam pengelolaan PBB-P2 ini tiap tahunnya hampir sama. Untuk itu, ia berharap ada trobosan atau inovasi yang dibuat untuk meningkatkan capaian PBB-P2. “Bisa saja nanti yang belum bayar pajak rumahnya ditempel stiker bahwa WP ini belum bayar pajak, atau cara lainnya yang bisa mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajibannya,” harap Tanto.

Camat Karangtanjung Andri Mulyati mengatakan, jika realisasi dari target capaian PBB-P2 untuk Kecamatan Karangtanjung saat ini sudah mencapai 60% untuk perkotaan, dan 30% untuk perdesaan.”Target kami tahun ini kurang lebih 250 juta, isya Allah hingga akhir tahun ini mencapai 80% tadi kami sudah komitmen,” ujarnya.

Sementara Camat Pandeglang Meli Diah Rahmalia mengatakan, untuk Kecamatan Pandeglang target PBB- P2 tahun 2019 sebesar 762 juta. “Hingga hari ini sudah terealisasi baik perkotaan maupun perdesaan sebesar 44,49 % atau senilai 342 juta,” uajar Meli

Ditanya berapa persen yang akan di capai hingga akhir tahun, Meli enggan muluk – muluk hawatir tidak dapat mencapai target. “Kami akan berupaya tapi insya Allah bisa diatas 50%,” ungkapnya.

Terkait kendala, dikatakan Meli memang ada beberapa faktor salah satunya adanya kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). “Memang tahun ini ada kenaikan NJOP, karena beberapa tahun terakhir NJOP disini dinilai tidak sebanding dengan harga yang sekarang. Harusnya kenaikannya bertahap, karena itu mungkun pasca kenaikan inilah masyarakat agak kaget,” jelasnya.

Sebagai solusi untuk mendorong masyarakat membayar Pajak, Meli akan menerapkan sebuah aturan yang dikombain dengan pelayanan. “Setiap masyarakat akan melakukan pelayanan harus mencantumkan SPT tanda sudah bayar pajak dan piutang pajak,” pungkasnya.(Bp3)

Komentar dibawah ini