Wakil Bupati: Nelayan Harus Dilatih Pengolahan Ikan

0
3

Pandeglang, badakpos.com- Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang Tanto Warsono Arban mengatakan, permasalahan yang dihadapi nelayan saat ini sangat kompleks, karena tidak hanya terjadi di Kabupaten Pandeglang, tetapi juga terjadi di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, permasalahan yang dihadapi berupa sulitnya mengelola hasil tangkapan sehingga ketika musim melaut sudah berakhir, para nelayan tidak memiliki aktivitas lain atau hanya berdiam diri di rumah. Dengan demikian, ketika tidak memiliki penghasilan, para nelayan hanya bisa meminjam uang di Bank untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca musim melaut.

“Jadi ini kan permasalahan yang kompleks terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Karena mereka (nelayan, pen) itu kan pada saat musim melaut, mereka mendapat penghasil, nah kemudian setelah itu mereka diam di rumah, tidak ada kegiatan, akhirnya mereka harus pinjam uang, disitu jadi bola salju,” kata Wakil Bupati Tanto W. Arban kepada badakpos.com, Jum’at (21/7)

Tanto menambahkan, solusi yang ditawarkan adalah tidak langsung menjual hasil tangkapan ikan, tetapi terlebih dahulu mengelolanya sehingga menjadi produk yang memiliki nilai jual yang tinggi.

“Solusinya, yang pertama itu bantuan keuangan kemudian yang kedua hilirnya, bagaimana dia (nelayan, pen) bisa setelah menangkap ikan tidak dijual langsung, tapi diolah menjadi barang yang memiliki nilai tambah,” katanya.

Ia menegaskan, pihak pemenang lelang ikan harus membayarkan langsung kepada para nelayan sehingga uang tersebut dapat digunakan sebagai modal untuk melaut lagi. Jika ada pihak pemenang lelang yang berutang kepada nelayan, maka akan ditegur bahkan ditindak tegas karena menyalahi aturan yang ada.

“Harus ditindak karena menyalahi aturan (lelang, pen). Kasihan nelayan, mereka sudah modal capek kerja,” tutupnya. (BP3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here