Walaupun Mahal, Buah Ini Tetap Di Buru Pembeli

Pandeglang, Badakpos.com – Salah satu lalapan yang cukup terkenal adalah petai, walaupun aromanya cukup tidak menyedapkan tetapi membuat orang lahap saat makan. Oleh sebab itu, walaupun saat ini harganya mahal, tetap jadi buruan pembeli.

Pantauan Badakpos.com dilapangan, bahwa petai saat masih mudah ditemui, baik di pasar, pedagang sayur keliling dan pedagang hasil kebun di tempat wisata ziarah serta pantai Carita. Berdasarkan informasi yang di dapat dilapangan, bahwa untuk saat ini ada beberapa petani lagi panen petai.

Sementara Armin salah satu pengepul (tengkulak) hasil kebun menuturkan, bahwa untuk sebagian petani diwilayah Desa Sukanagara, kecamatan Carita, kabupaten Pandeglang lagi panen buah petai, “Saat ini sebagian petani lagi panen petai, dan dia memborong buah petai tersebut untuk dijual lagi ke pedagang di tempat wisata pantai atau ziarah “tutur Amrin, minggu (11/8/2018).

Masih kata Amrin, untuk saat ini harga petai di kebun petani sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per empong (seratus papan /sepuluh ikat) itu ukuran petai yang bagus,” Tetapi ukuran buah petai yang sedang /agak pendek sekitar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per empong, “ungkap Amrin.

Amrin menambahkan, buah petai masih banyak di buru pembeli dari kota saat berwisata ke pantai Carita untuk oleh oleh atau buah tangan,” Adapun harga yang ditawarkan penjual petai di pantai saya tidak tahu dan bukan urusan kami, bagi saya ngambil untung sedikit lancar daripada untung besar akan tetapi lambat, “tutur Amrin.

Terpisah, sebut saja Anah (bukan nama sebenarnya) salah satu penjual petai di pantai Carita, bahwa harga petai yang di tawarkan akan berbeda, tergantung kualitas buah petai serta penjualan. “Harga petai yang ditawarkan tidak akan sama, tergantung kualitas petai serta penjualan, bagi dia ada selisih harga dari pembelian pasti akan dijual, sebab petai cepat layu dalam beberapa hari, sedangkan tamu atau wisatawan ke pantai adanya hari Sabtu dan Minggu, kalau dua hari itu tidak terjual harga petai akan jatuh, bukanya untung malah rugi jadinya,”ungkap Anah.

Sementara Basri warga carita mengatakan, kalau untuk lalapan saat makan dia sengaja beli petai dari penjualan di pantai menjelang malam hari, “Kalau malam harganya akan murah,” tuturnya singkat.(Bp-MG)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *