Warga Terdampak Bau Sampah Cipeucang Kompak Minta TPA Cipeucang di Tutup

0
0

Tangsel, Badakpos.com – Paguyuban Pemuda Sunda Tangerang Selatan (PPSTS) turut prihatin atas jebolnya tanggul TPA Cipeucang yang dampaknya sangat dirasa oleh masyrakat sekitar yang kebanyakan suku Sunda.

“Kami selaku pengurus PPSTS tergugah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekitar,kami tidak mau mencari kesalahan yg terpenting dari pemerintah mau mendengarkan keluh kesah masyarakat yang Terdampak langsung bau dari Cipeucang termasuk kompensasinya bertahun-tahun kami merasakan bau menyengat dan puncaknya sekarang ini,” kata Acil, senin (15/6).

“Dengan peristiwa jebolnya tanggul Cipeucang ini kami mendukung penuh upaya pemerintah untuk mempercepat upaya penanganan TPA Cipeucang,”Ujar Aciel yang sedang siap mendeklarasikan Paguyuban Pemuda Sunda Tangsel dalam waktu dekat ini.

Sementara itu Ketua Aliansi Warga Serpong (AWS) Firda Yopi Yana (Firda) menyampaikan dalam logat Sunda yang kental “Intina masih loba keneh nu can di bereskeun ti Cipeucang,kudu loba di bereskeun nu kudu d hadean masih loba keneh nu di jerona pamarentah masih bermain soal kompensasi ja aing mah budak keneh boro nyaho nu kos kitu, intina mah Hayang geura di tutup TPA Cipeucang geus lain tempat pengolahan deui etamah tempat nimbun sampah mun bisa pamarentah geura geura di tutup tah TPA ,” (red:Intinya masih banyak banget yang belum di bereskan soal Cipeucang yang harus di perbaiki, masih banyak juga mungkin yang di dalamnya pemerintah yang bermain soal kompensasi, kalo saya masih anak-anak ga tau soal itu. Intinya kami hanya ingin di tutup, karna itu bukan tempat pengelolaan lagi, bukan tempat penimbun sampah. Kalau bisa cepat cepat di tutup oleh pemerintah itu TPA)

Nova Bodong warga Cilenggang turut prihatin terkait penanganan pemerintah yang dianggap lamban dalam menangani keluhan warga.

“Warga Serpong make masker lain cuma sieun kana virus corona tanapi selain eta bau Cipeucang nu kacium kamana mana “,papar Nova (red : warga Cilenggang pakai masker bukan hanya takut terkena virus Corona tapi selain untuk menutupi sampah Cipeucang yang baunya kemana mana).(BP1).

Komentar dibawah ini