Welcome New Normal

0
4

Oleh : Jauhari Azam

Penulis adalah : Pendidik, Founder Bekam dan Ruqyah Centre (BRC) Pandeglang.

 

Kita sekarang diharapkan hidup damai berdampingan dengan covid 19. Dan anggaplah ia tak ada dalam hidup kita. Dan biarlah alam yang menyeleksi kita, apakah kita kuat bersahabat dengannya atau kita tewas oleh karenanya.

Itulah kurang lebih pernyataan pemerintah tentang new normal. Makanya belum lama ini pemerintah sudah membuka mall-mall atau pusat perbelanjaan meskipun berlakunya tanggal 30 Mei 2020. Dan ini akan dibuka pada sektor-sektor lainnya.

Ketika pemerintah sudah mewacanakan new normal, lalu buat apa ada PSBB (pembatasan skala besar bersama)? Biarkan saja orang beraktivitas seperti sediakala. Tukang ojek silahkan ngojek, pegawai pabrik atau perusahaan silahkan bekerja dengan baik, guru-guru silahkan mengajar, para siswa silahkan belajar, para jamaah silahkan penuhi masjid atau majlis ta’lim dan lain sebagainya.

Sebagaimana penjelasan di atas bahwa kehidupan normal baru bersama covid 19 itu membawa efek positif dan negatif bagi manusia. Apalagi hingga saat ini obat antivirus ini belum juga diketemukan. Dan pemberlakuan new normal ini sudah dilakukan banyak negara seperti Korea Selatan, Jerman dan Singapura.

Adapun yang menjadi dampak positif pemberlakuan new nornal ini adalah akan terciptanya kembali tatanan sosial yang sempat meregang karena saling curiga. Kedua, pulihnya perekonomian masyarakat.Ketiga, membawa masyarakat jadi peduli kesehatan. Keempat, ibadah jadi lebih tenang.

Sedangkan dampak negatifnya adalah akan lebih banyak manusia yang mati sia-sia, apalagi yang imunitas atau kekebalan tubuhnya lemah.

Kedua, virus akan mudah menyebar pada kerumunan atau kumpulan banyak orang. Apalagi kita tidak tahu siapa yang kena atau tidak.

Sebagai penutup tulisan ini, penulis mencoba memberikan solusi.
Pertama, PSBB masih sangat diperlukan selama tren kenaikan kasus covid 19 masih terjadi. Karena sampai saat ini kasus covid 19 ini kian hari kian bertambah.

Kedua, adapun apabila pemerintah bersikeras memperlakukan new normal dengan hidup berdamai bersama covid 19, setidaknya pemerintah harus tetap mempertahankan SOP pencegahan covid 19.

Ketiga, cobalah perbanyak mendekatkan diri kepada Tuhan, Allah swt. karena pada hakikatnya, penyakit Allah yang memberikan dan Allah jua yang mengangkat suatu penyakit.

Komentar dibawah ini