Oleh : KH.Abdurahman Rasna, MA
Penulis : Dai Mathla’ul Anwar
الحمد لله الذي علمنا ما لم نعلم، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك السلام،
واشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله النبي الاكرم،
صلى الله وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه ومن اتبع هداه الى يوم الزحام.
أما بعد: فيا ايها الناس أوصيكم ونفسي بتقوى الله بامتثا أوامره واجتناب نواهه الحرام.
قال الله تعالى في القرآن الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم.
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ.
وقال تعالى؛ يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Ba’da hamdalah sebagai ungkap memuji dan bersyukurbkita kepada Allah SWT atas segala limpahan karunia nikmat-Nya sehingga kita berkesempatan melaksanakan ibadah jum’atan seperti saat ini. Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin.
advertisement
Bershalawat dan salam kita haturkan untuk Junjunan agung, Rasul yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan risalahnya kepada ummatnya agar selamat dalam kehidupan di dunia dan akhirat.
Selanjutnya selaku khatib berwasiat khususnya kepada pribadi dan kepada kita sekalian, marilah kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Sehingga dengan taqwa kita mendapat kemudahan dalam setiap urusan dan kesulitan serta Allah SWT memberikan keberkahan dalam kehidupan kita.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Syekh Al-Zarnuji pengarang kitab Ta’limul Muta’allim menguraikan banyak petuah atau nasehat yang sangat penting dan indah dalam bentuk syair terkait cara-cara meraih kesuksesan belajar sekaligus mengandung nilai-nilai moralitas yang berbalut religiuitas yang kental untuk membentuk santri atau murid yang memiliki kesalehan ritual, intelektual dan sosial sehingga terwujudlah pribadi yang cerdas baik secara intelektual, spiritual maupun emosional serta mampu untuk menjadi seseorang yang cerdas emosional dan finansial.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Kesempatan yang baik ini akan khatib sampaikan paling tidak 2 bait syair yang dikutip dari kitab tersebut, yaitu :
- Hormati dan patuhi nasehat guru
اِنَّ الْمُعَلِّمَ وَالطَّبِيْبَ كِلَاهُمَا – لَا يَنْصَحَانِ اِذَا هُمَا لَمْ يُكْرَمَا
“Sesungguhnya guru dan dokter keduanya, tidak akan memberikan nasehat jika keduanya tidak dimuliakan.”
فَاصْبِرْ لِدَائِكَ اِنْ جَفَوْتَ طَبِيْبَهَا – وَاقْنَعْ بِجَهْلِكَ اِنْ جَفَوْتَ مُعَلِّمَا
“Maka bersabarlah dengan penyakitmu jika Engkau menentang(nasehat) dokternya, dan terimalah kebodohanmu jika engkau menentang (nasehat) guru.”
Peribahasa yang khatib kutip memiliki makna filosofis yang mendalam, yang menegaskan pentingnya menghargai dan mengikuti nasihat para ahli di bidangnya masing-masing.


Tinggalkan Balasan