Ringkasan Berita
- PB Mathla'ul Anwar memperluas khidmatnya di bidang kesehatan dan sosial untuk mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan hebat.
- Bakti sosial kesehatan hasil kolaborasi dengan IDI Banten dan PDS PatKLIn menjadi langkah nyata untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.
- Mathla'ul Anwar berencana mengembangkan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik serta memperkuat sinergi dengan organisasi profesi untuk keberlanjutan program kesehatan.
Jazuli menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia juga perlu ditopang pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan generasi muda. Karena itu, Mathla’ul Anwar turut mendorong penguatan pendidikan keterampilan melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar generasi muda memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan
Kegiatan bakti sosial kesehatan ini melibatkan organisasi profesi kesehatan, di antaranya Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten. Kegiatan tersebut menjadi wujud pengabdian profesi kedokteran sekaligus upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketua IDI Wilayah Banten, dr. Mohammad Rifki, Sp.B., MARS., menyampaikan bahwa bakti sosial kesehatan merupakan bentuk khidmat organisasi profesi kepada umat dan masyarakat. Ia menilai Mathla’ul Anwar sebagai mitra strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama melalui lembaga pendidikan dan jaringan sosial kemasyarakatan yang dimilikinya.
advertisement
Rifki berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan langsung, tetapi juga dalam pendidikan dan literasi kesehatan serta pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, manfaat kolaborasi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan