Ringkasan Berita
- Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang merancang delapan program prioritas strategis untuk mendorong pembangunan daerah yang berkualitas dan berkelanjutan.
- Delapan program unggulan tersebut mencakup berbagai sektor mulai dari pemberdayaan UMKM berbasis pondok pesantren, pelayanan publik digital, hingga peningkatan infrastruktur dan keterampilan tenaga kerja.
- Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta evaluasi konstruktif agar seluruh program dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BADAKPOS.COM, PANDEGLANG – Guna merealisasikan pembangunan daerah yang berkualitas dan berkelanjutan, Bupati Pandeglang Dewi Setiani bersama Wakil Bupati Iing Andri Supriadi merancang delapan program prioritas yang akan menjadi fokus dalam masa kepemimpinan mereka.
“Kami telah menetapkan delapan program prioritas pembangunan. Harapannya, program ini dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Dewi Setiani, Kamis (10/4/2025).
Delapan program unggulan tersebut meliputi:
- Ponpes Go, yakni pemberdayaan UMKM berbasis Pondok Pesantren;
- Kreativasi, yang mendukung pasar produk kreatif, seni, dan budaya;
- Didingklik (Dewi–Iing Klik), sebagai sistem pelayanan publik;
- Bakul (Bangga Kuliner Lembur), berupa gerakan konsumsi pangan lokal;
- Penuntasan desa wajib belajar;
- Kampung Sehat, untuk peningkatan layanan kesehatan;
- Gerakan akselerasi skill lapangan kerja;
- Percepatan pembangunan infrastruktur unggulan.
Dewi menegaskan, untuk mewujudkan pembangunan yang berkualitas, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor — dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang bersifat konstruktif, demi penyempurnaan pelaksanaan pembangunan.
Ia pun berharap seluruh program dapat berjalan optimal agar tujuan pembangunan yang membawa kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pandeglang bisa tercapai.
advertisement
“Semoga program prioritas ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Dewi Setiani. ***


Tinggalkan Balasan