BADAKPOS.COM, PANDEGLANG – Ketua Pelatih Padepokan Seni Pencak Silat Manderaga, Wawan, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil merebut gelar Juara Umum dalam Olimpiade Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seni Pencak Silat. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini digelar di Gedung Olahraga Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Jumat (20/6/2025).
Perguruan Seni Pencak Silat Manderaga yang berasal dari Kampung Sempur, Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten ini berangkat ke Jakarta pada Rabu malam untuk mengikuti kompetisi. Wawan menjelaskan bahwa Kejurnas ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami membawa murid-murid pilihan untuk mengikuti semua kategori yang dipertandingkan,” ungkap Wawan.
Adapun tiga kategori yang dipertandingkan adalah:
- Anak-anak: perorangan dan kelompok (putra/putri).
- Remaja: perorangan dan kelompok (putra/putri).
- Dewasa: perorangan dan kelompok (putra/putri).
Wawan menegaskan, “Alhamdulillah, murid-murid kami yang terpilih untuk mengikuti semua kategori, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, hampir semuanya berhasil menjadi juara, hingga kami bisa merebut piala Juara Umum.”
advertisement
“Saya bangga dan bahagia bercampur haru atas keberhasilan murid-murid Manderaga yang bisa mengharumkan nama Desa Sobang dan Kabupaten Pandeglang. Pesan saya untuk semua murid, agar terus giat berlatih dan belajar untuk membuat bangga kedua orang tuamu,” tandas Wawan kepada wartawan.
Salah seorang murid Manderaga dari Kecamatan Sobang, Pitri (11), yang meraih Juara 1 kategori anak-anak putri, turut mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya menangis karena bangga dan bahagia. Saya sangat senang bisa mengikuti kejurnas dan berhasil menang di pentas seni pencak silat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Humas Padepokan Manderaga, Abah Ujang Acim, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari warisan didikan almarhum (Alm.) Raden Haji Uki Mulki Iman Ningrat.
“Keberhasilan ini berkat gemblengan dan didikan almarhum terhadap para pelatih untuk mendidik murid-murid. Almarhum beramanat: ‘Bisa, Biasa, Luar Biasa’. Maknanya adalah bisa menjaga diri, biasa menyenangkan orang, dan luar biasa mengharumkan bangsa dan negara. Semoga kita bisa menjalankan amanahnya,” tutur Abah Ujang Acim. ***


Tinggalkan Balasan