Ringkasan Berita
- UNMA Banten menyelenggarakan workshop untuk memperkuat budaya riset dan menyiapkan mahasiswa agar adaptif menghadapi era kecerdasan buatan.
- Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menekankan pentingnya talenta riset sebagai fondasi daya saing bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
- Pihak universitas menegaskan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai peluang inovasi dengan tetap menjunjung tinggi integritas akademik, etika, dan daya kritis.
Workshop juga menghadirkan akademisi UNMA Banten Dr. Nenden Suciyati Sartika, M.Pd. serta praktisi pendidikan Andi Gunawan, M.Lis. Keduanya membahas strategi membangun karakter mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran, penelitian, serta pengembangan inovasi.
Para narasumber sepakat bahwa kecerdasan buatan perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi. Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, kepemimpinan, etika, dan semangat berinovasi.
Rangkaian kegiatan berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB, diawali dengan pembukaan, sambutan Rektor UNMA Banten dan keynote speaker, penyerahan cendera mata, penyampaian materi, diskusi panel, hingga penutupan dan foto bersama. Kegiatan dipandu oleh moderator apt. Dhyne Dwi Jayantie, M.Farm.
Antusiasme mahasiswa terlihat sejak registrasi dibuka. Peserta dari berbagai program studi memenuhi ruang seminar untuk mengikuti paparan para narasumber mengenai penguatan budaya riset, arah kebijakan pendidikan tinggi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung penelitian dan inovasi.
Workshop ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan praktisi dalam memperkuat budaya riset sekaligus menyiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi. Melalui kolaborasi tersebut, UNMA Banten berharap lahir semakin banyak peneliti muda yang inovatif, adaptif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (BP1)
advertisement


Tinggalkan Balasan