Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • DPD HIPPI Banten menggelar Rakerda untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendukung pengusaha lokal agar lebih tangguh dan berdaya saing.
  • Rakerda membahas solusi atas hambatan operasional anggota, termasuk masalah akses kredit di SLIK OJK akibat pinjol serta pemahaman mengenai sistem e-procurement pemerintah.
  • HIPPI Banten merekomendasikan pelibatan pengusaha lokal dalam investasi yang masuk ke daerah serta mendorong sinergi dengan pemerintah untuk memperluas jejaring bisnis.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Dalam sesi dialog bersama lembaga keuangan dan regulator, beberapa persoalan konkret pengusaha daerah turut dibahas, termasuk kendala Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK akibat pinjaman online (pinjol) serta akses pengadaan barang dan jasa pemerintah (e-procurement).

Baca Juga:  Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLTU Banten 2 Labuan Lakukan CCU

“Banyak teman-teman kena masalah di SLIK OJK akibat pinjol, padahal usahanya sehat. Bahkan ada yang punya dua perusahaan, tapi satu kena wanprestasi sehingga menghambat kredit. Kita minta solusi ke OJK. Sedangkan dengan LPSE, kita berikan gambaran jelas bagi anggota yang belum paham cara masuk ke e-procurement pemerintah,” jelasnya.

Dari tingkatan nasional, Ketua DPP HIPPI Indonesia Erik Hidayat berpesan agar DPD HIPPI Banten merapatkan barisan dan memperluas jejaring bisnis hingga ke tingkat pusat. DPP juga mendorong pembuatan pangkalan data (database) pelaku usaha daerah untuk mempermudah pemetaan potensi bisnis.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syaiful menambahkan bahwa salah satu poin rekomendasi utama Rakerda ini adalah pelibatan pengusaha lokal secara langsung dalam setiap investasi yang masuk ke Banten.

Baca Juga:  Bedah Buku Kiai Embay Mulya Syarief: Mengupas Jejak Pemimpin Inklusif dari Banten

“Pesan dari HIPPI pusat adalah menyatukan barisan, bergerak bersama, dan kolaborasi membangun jaringan inter-provinsi maupun dengan pusat. Salah satu rekomendasi Rakerda ini adalah meminta HIPPI Pusat menjembatani anggota langsung dengan investor yang masuk ke Banten, sehingga kita tahu persis siapa orangnya dan bisa langsung berjejang. Kita juga dorong upaya ini bersama Disperindag Banten,” ungkap Syaiful.

advertisement Iklan Artikel 2

“Harapan ke depan ekonomi bisa tumbuh lebih baik. Namun dalam kondisi apa pun, pengusaha harus bertahan. Maka dari itu kita proaktif membuka kembali jaringan bisnis agar ada solusi bagi teman-teman pengusaha pribumi dalam memasarkan produk, baik jasa maupun pengadaan,” pungkasnya.