Ringkasan Berita
- Bupati Pandeglang menegaskan bahwa Hari Santri Nasional milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya kalangan santri atau umat Islam saja.
- Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan melanjutkan perjuangan ulama dengan kontribusi nyata bagi negara.
- Semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu, khususnya para ulama dan santri, harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dapat dilakukan melalui upaya menjaga persatuan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, dalam amanatnya, Bupati Dewi mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan serta keutuhan bangsa Indonesia.
“Mari kita doakan para ulama, santri, dan seluruh pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah mereka, melimpahkan rahmat kepada mereka, serta membimbing kita untuk meneruskan cita-cita luhur perjuangan mereka,” demikian doa yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Bupati Dewi juga menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren. Ia berharap para santri terus menjaga tradisi pesantren, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara.
Dikatakannya, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat atas besarnya kontribusi ulama dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Nilai keikhlasan, perjuangan, persaudaraan, dan cinta tanah air diharapkan senantiasa menjadi landasan bagi generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadaban.
advertisement
“Melalui momentum ini, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan nilai keagamaan, kepedulian sosial, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya. (Bp1).


Tinggalkan Balasan