Ringkasan Berita
- DPD HIPPI Banten menggelar Rakerda untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendukung pengusaha lokal agar lebih tangguh dan berdaya saing.
- Rakerda membahas solusi atas hambatan operasional anggota, termasuk masalah akses kredit di SLIK OJK akibat pinjol serta pemahaman mengenai sistem e-procurement pemerintah.
- HIPPI Banten merekomendasikan pelibatan pengusaha lokal dalam investasi yang masuk ke daerah serta mendorong sinergi dengan pemerintah untuk memperluas jejaring bisnis.

Cilegon, Badakpos.com – DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Grand Krakatau Hotel, Senin (5/10/2026). Mengusung tema “Membuka Akses Pasar dan Memperkuat Ekosistem Pengusaha Lokal di Sektor Industri Banten”, forum ini berfokus pada penguatan kolaborasi serta strategi bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPP HIPPI Erik Hidayat, Ketua DPD HIPPI Banten Syaiful Bahri, Kepala OJK Provinsi Banten Adi Darma, Biro Pengadaan Barang/Jasa Setda Banten Agustan, Kacab BPRS CM Kota Serang Eni Nuraeni, serta Sekdis Disperindag Banten Tubagus Regiasa Fajar yang hadir mewakili Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Ketua DPD HIPPI Banten Syaiful Bahri menegaskan bahwa fokus utama agenda ini adalah memperkuat konsolidasi internal serta membangun kolaborasi lintas sektor agar pengusaha lokal mampu bertransformasi dan naik kelas.
“Yang pertama, sesuai tema, kita melakukan konsolidasi dan kolaborasi HIPPI Banten dengan kabupaten/kota serta seluruh stakeholder. Kedua, kita mengundang narasumber dari OJK, LPSE, Disperindag, dan instansi terkait agar usaha anggota bisa terakselerasi, usahanya tumbuh berkembang dan didukung regulasi dan regulator yang tepat,” ujar Syaiful.
“JAdi hasil dari rakorda itu salah satunya adalah kita melibatkan semua stakeholder untuk mempercepat dan mengembangkan HIPPI supaya manfaatnya bisa dirasakan oleh teman-teman pengusaha Banten. Itu aja,” imbuhnya.
advertisement
Menanggapi dinamika perekonomian yang belum stabil, Syaiful mengungkapkan bahwa HIPPI Banten berupaya menjaga agar para pengusaha lokal dapat bertahan (survive) sekaligus menangkap peluang baru. Syaiful mencatat bahwa sektor bisnis swasta relatif lebih tangguh dibanding sektor yang bergantung pada anggaran pemerintah yang sedang mengalami pemotongan.


Tinggalkan Balasan