Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Baznas Pandeglang meluncurkan program Z-Auto untuk memberikan bantuan peralatan dan pelatihan keterampilan bagi 15 mekanik lokal.
  • Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, menekan angka pengangguran, serta meningkatkan profesionalisme dan produktivitas usaha mandiri para mekanik.
  • Baznas RI berharap inisiatif di Pandeglang ini menjadi model percontohan nasional, dengan menjanjikan dukungan lebih lanjut bagi peserta terbaik untuk menjadi instruktur.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

BADAKPOS.COM, PANDEGLANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pandeglang memberikan bantuan peralatan dan pelatihan bagi para mekanik (montir) di Kabupaten Pandelang melalui program Z-Auto. Pery Hasanudin ketua Baznas Pandeglang mengungkapkan jika program ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menanggulangi pengangguran dan meningkatkan produktifitas masyarakat.

“Ini program dari Baznas pusat kurang lebih untuk 15 orang penerima program, kami harap mereka para mekanik bisa memiliki usaha yang mandiri dan berkembang,” ungkap Pery Hasanudin saat pembukaan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pandeglang, Rabu (12/2).

Baca Juga:  Kiat Jaga Kesehatan Ikan, DKP Pandeglang Gelar Bimtek Penggunaan Obat Tradisional

Ketua Baznas Pandeglang Pery Hasanudin berharap, para mekanik yang menerima bantuan dan pelatihan ini harus bisa berkelanjutan dan amanah. Sebab menurutnya, anggaran yang digunakan ini dari para Muzaki yang menyalurkan Zakat Infaq Sedekah (Zis) nya melalui Baznas baik pusat dan daerah.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Harapan kami yang tadinya usahanya terbatas, setelah mendapatkan bantuan ini bisa lebih berkembang karena kemampuan menigkat mendapatkan pelatihan serta lebih profesional,” terangnya.

Lebih lanjut Pery menyampaikan, selain bantuan peralatan, para mekanik juga mendapatkan pelatihan selama tiga hari di balai pelatihan Disnakertrans Pandeglang.

advertisement Iklan Artikel 2

“Kami harap sumberdaya manusia (Sdm) ini bisa meningkat, sehingga mempengaruhi peningkatan indeks pembangunan manusia di Pandeglang,” pungkasnya.

Pimpinan Baznas Republik Indonesia Dr. Zainulbahar Noor saat membuka acara pelatihan berpesan, para peserta yang ikut dalam pelatihan ini harus serius jangan main-main.

Baca Juga:  Bupati Pandeglang: Jangan Terlalu Banyak Aplikasi yang Perpanjang Birokrasi

“Harus serius, jangan asal ikut dan mendapat bantuan, tunjukan sebagai peserta yang punya kesungguhan dalam mengembangkan usaha,” tuturnya.

Ia berharap, program yang dibuat di Pandeglang ini harus menjadi role model bagi baznas lainnya baik di Provinsi Banten bahkan Nasional.

“Nanti kita akan ajukan untuk dua orang terbaik akan diberi kesempatan untuk mendapat dukungan dari Baznas RI atau kita dorong untuk jadi instruktur,” pungkasnya.

Sementara Weldi ketua kelompok dari peserta pelatihan mengucapkan terimakasih kepada Baznas baik pusat dan daerah karena telah memberikan kesempatan dirinya, untuk mengikuti pelatihan dan mendapatkan bantuan peralatan.

“Semoga kami bisa terus maju, dalam mengembangkan usaha kami, dukungan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin sehingga bisa lebih profesional,” ungkapnya.

Hadir dalam acara ini E.Suherman Wakil Ketua I, Uri Sahuri Wakil Ketua II,Asep Saparudin Wakil Ketua III, Opa Mustofa Wakil Ketua IV dan Kepala Dinasnakertrans Mohammad Kabir. *** (BP3)