Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Gubernur Banten Andra Soni menghadiri rapat koordinasi kesiapan arus mudik Lebaran 2025 bersama Menko PMK dan jajaran terkait di Pelabuhan Merak.
  • Pemerintah menerapkan berbagai strategi seperti pengaturan libur, kebijakan WFA, hingga penyediaan jalur alternatif untuk mengurai kepadatan arus mudik.
  • Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025 dengan antisipasi melalui penyediaan kantong parkir dan optimalisasi tiga pelabuhan penyeberangan.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Dikatakannya, upaya itu mulai dari pengaturan libur sekolah, kerja dari berbagai tempat, berbagai fasilitas seperti mudik gratis, dan berbagai inovasi untuk memperlancar lalu lintas, pelayanan kesehatan, dan lainnya.

“Kami mengecek di lapangan, bagaimana kesiapannya. Yang jelas sekarang adalah untuk mengawal pelaksanaan secara detail dan memonitor, serta merespon permasalahan di lapangan secara cepat,” jelas Pratikno.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Sidak ke OPD Pelayanan Setelah Libur Hari Raya

Dirinya sampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang terus melakukan sinergi untuk pelaksanaan Mudik Tahun 2025 berjalan baik.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Semoga perjalanan mudik berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan kedatangan rombongan untuk mengecek kesiapan pelayanan mudik lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Merak – Bakauheni.

advertisement Iklan Artikel 2

Dikatakan Listyo, perkiraan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 Maret 2025. Terjadi penguraian di jalur penyeberangan dengan program diskon tiket kapal dan program kerja dari berbagai tempat (WFA).

Baca Juga:  Wagub Banten A Dimyati Natakusumah: Pemimpin Harus Cerdas, Berakhlak dan Komunikatif

“Terjadi peningkatan di H-10 sampai H-8 dibanding Lebaran Tahun 2024,” ungkap Kapolri.

Diperkirakan, lanjut Kapolri, masih ada sisa 170 ribu kendaraan yang akan menyeberang. Turut menjadi perhatian agar bisa terurai sehingga puncak arus mudik bisa berkurang.

“Untuk malam hari masih padat, sementara siang lenggang. Siang hari yang ada betul-betul dimanfaatkan, sehingga puncak arus mudik terurai,” jelasnya.

Dikatakan untuk kesiapan puncak arus mudik, sudah disiapkan juga kantong parkir jika terjadi puncak arus mudik.

Termasuk pengaturan pembagian penyeberangan oleh petugas di Pintu Tol Cilegon Timur melalui Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara.