RINGKASAN BERITA
  • Petani milenial M. Teguh Arrosid di Kecamatan Kaduhejo meningkatkan produksi cabai hingga 30% dengan smart farming.
  • Menggunakan smart irrigation berbasis IoT, penyiraman lahan 1.000 meter hanya memakan waktu 5 menit, dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan 2–4 jam.
  • Efisiensi penggunaan air dan pupuk dilakukan melalui pipanisasi langsung ke perakaran, mengurangi Hari Orang Kerja (HOK).
  • Populasi 2.000 tanaman cabai dapat menghasilkan panen 1 ton, dengan estimasi 0,5 kg per batang.
  • Bupati Pandeglang Dewi Setiani mengapresiasi inovasi ini dan berharap semakin banyak petani milenial berkontribusi di sektor pertanian.
  • Bank Indonesia (BI) memberikan dukungan terhadap program smart farming di Pandeglang.

BADAKPOS.COM, PANDEGLANG – Pertanian pintar (Smart Farming) merupakan suatu konsep yang menggabungkan teknologi digital dengan praktik pertanian tradisional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.

Dengan menggunakan smart farming, seorang petani milineal M Teguh Arrosid di Kecamatan Kaduhejo dapat meningkatkan produksi budi daya cabai hingga 30%.

“Kita menggunakan metode smart irigation dan terintegrasi dengan The Internet of Things (IoT),” ungkap M.Teguh Arrosid pada saat panen raya cabai di Kadugemloh Kecamatan Kaduhejo, Rabu (26/3).

advertisement Iklan Sumpah Pemuda
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teguh Arrosid menyampaikan dengan menggunakan IoT dalam perawatan budidaya cabai ini lebih efektif dan efisien. Dikatakan Teguh, efektif nya itu hanya cukup 5 menit lahan 1.000 meter itu bisa terselesaikan.

“Penyiraman 5 menit itu akan menghasilkan 200 ml air, karena kebutuhan air cabe ini sehari 200 ml air. Jika digunakan secara konvensional menghabiskan waktu 2-4 jam/1.000 meter,” ujarnya.

advertisementIklan Sumpah Pemuda

Teguh melanjutkan, efisiensi penggunaan IoT ialah air dan pupuk yang akan langsung dialirkan ke perakaran dengan menggunakan pipanisasi. Oleh sebab itu dengan menggunakan IoT ini, Hari Orang Kerja (HOK) akan bisa ditekan.

“Jika menggunakan gayung dan ember peyiraman akan tercecer dan tidak langsung ke perakaran, makanya memakan waktu lama, dengan IoT penyiraman bisa langsung pencet tombol di HP,” imbuhnya.

Dijelaskan Teguh, untuk populasi 2.000 tanaman akan menghasilkan panen cabai 1 ton dengan taksiran 0,5 kg atau 5 ons/batang.