Ringkasan Berita
- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani membuka SABP Cup 2026 sebagai ajang penting dalam membina atlet usia dini di daerah tersebut.
- Bupati menegaskan bahwa bakat atlet harus dicari secara aktif dan didukung dengan program latihan komprehensif serta pelatih yang berkualitas.
- Kejuaraan SABP Cup 2026 menargetkan setiap sekolah di Pandeglang dapat mencetak minimal satu atlet berprestasi untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
PANDEGLANG, BADAKPOS.COM – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani secara resmi membuka kejuaraan bergengsi SABP Cup 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lahirnya atlet-atlet berprestasi tidak bisa hanya menunggu bakat muncul dengan sendirinya. Menurutnya, talenta para calon atlet harus aktif dicari, dibina secara serius, dan dikembangkan melalui metode latihan yang terarah, berkelanjutan, serta sangat komprehensif.
Hal tersebut secara tegas disampaikan oleh sang kepala daerah saat membuka agenda kejuaraan SABP Cup V 2026 Pandeglang di Stadion Badak Kuranten, Sabtu (1/8/2026). Kejuaraan ini menjadi salah satu kalender olahraga penting bagi pembinaan generasi muda di daerah tersebut.
Pembinaan Usia Dini Melalui SABP Cup V 2026 Pandeglang
Dalam sambutannya di hadapan para peserta, orang tua, dan pelatih, Bupati Dewi Setiani mengatakan bahwa pembinaan olahraga, khususnya untuk cabang olahraga atletik, memang mutlak harus dimulai sejak usia dini. Hal ini bisa dicapai melalui proses pencarian bakat yang berkesinambungan, baik itu di lingkungan sekolah maupun dengan terjun langsung di tengah masyarakat.
“Talenta itu bukan ditunggu, tetapi harus dicari. Setelah ditemukan, harus langsung didukung dengan program latihan yang komprehensif agar mereka mampu berkembang menjadi atlet yang berprestasi,” ujar Bupati Dewi saat memberikan motivasi.
Ia sangat berharap setiap satuan pendidikan atau sekolah yang ada di Kabupaten Pandeglang mampu melahirkan setidaknya satu atlet berbakat. Atlet-atlet ini nantinya diharapkan dapat mengharumkan nama daerah, tidak hanya di tingkat Provinsi Banten, tetapi juga di kancah nasional, dan bahkan hingga level internasional.
advertisement
“Minimal satu sekolah memiliki satu talenta emas yang nantinya bisa mewakili nama Bupati Pandeglang di kancah yang lebih tinggi. Kita ingin melihat semakin banyak atlet yang lahir dari daerah ini dan mampu bersaing secara sportif di berbagai ajang bergengsi lainnya,” katanya menambahkan.
Menurutnya, kompetisi yang rutin dan terstruktur seperti SABP Cup 2026 ini menjadi instrumen yang sangat krusial dalam proses pembinaan atlet masa depan. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa kompetisi saja tidak akan cukup tanpa didukung oleh program latihan yang konsisten serta pendampingan dari pelatih yang benar-benar berkualitas tinggi.
“Jangan hanya sekadar ada perlombaan saja. Latihannya juga mutlak harus komprehensif. Untuk bisa membentuk atlet yang hebat, tentu dibutuhkan pelatih yang juga hebat, sehingga para atlet memiliki teknik, ketahanan mental, tingkat disiplin, dan semangat juang pantang menyerah yang kuat,” ungkapnya.
Bupati Dewi Setiani menambahkan, latihan fisik dan mental yang dilakukan secara berkala dipastikan akan membentuk karakter mental juara. Hal ini karena para atlet memperoleh pengalaman bertanding yang semakin matang dan teruji dari waktu ke waktu.
Antusiasme Peserta SABP Cup 2026 Meningkat Tajam
Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Sekolah Atletik Badak Pandeglang (SABP), Dede Somardi, mengatakan bahwa ajang kejuaraan ini rutin diselenggarakan dua kali dalam setahun, yakni pada periode semester pertama dan berlanjut di semester kedua. Pelaksanaan event ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga sejak ajang olahraga tersebut pertama kali digagas.
“Dalam satu tahun, kami konsisten mengadakan dua kali event. Tahun lalu, meskipun kuota peserta terpaksa dibatasi karena berbagai hal, jumlahnya sukses mencapai 481 orang. Untuk gelaran kali ini, animonya meningkat signifikan,” jelas Dede dengan bangga.
Lebih lanjut ia menjelaskan, nomor yang diperlombakan dalam kejuaraan ini sangat beragam. Lomba ini meliputi lari jarak pendek 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Kemudian ada lari jarak menengah 800 meter dan 1.500 meter, hingga lari jarak jauh 3.000 meter dan 5.000 meter. Selain itu, ada juga nomor lapangan seperti lompat jauh, tolak peluru, lempar lembing, jalan cepat 3.000 meter dan 5.000 meter, serta nomor beregu estafet campuran 4×100 meter.
Adapun kategori peserta SABP Cup 2026 kali ini terdiri atas Festival Atletik Open sebanyak 180 peserta, kalangan pelajar tingkat SMP di Kabupaten Pandeglang sebanyak 83 peserta, disusul pelajar tingkat SMA/SMK sebanyak 137 peserta. Ada pula kategori mahasiswa dan masyarakat umum yang turut berpartisipasi sebanyak 132 peserta, sehingga secara keseluruhan total peserta menyentuh angka 532 atlet.
“Banyak peserta SABP Cup 2026 ternyata tidak hanya berasal dari wilayah Pandeglang saja, tetapi juga datang dari berbagai daerah besar lainnya seperti Semarang, Jakarta, Bekasi, Bandung, dan juga Depok. Ini menunjukkan bahwa ajang kita semakin dikenal luas,” tandasnya.
Hasil Pertandingan Hari Pertama SABP Cup 2026
Pada pelaksanaan lomba di hari pertama, hasil mencolok terlihat di nomor lari 5.000 meter yang berhasil dimenangkan oleh Ahmad Jamaludin dari klub BSA Atletik dengan catatan waktu 17 menit 17,55 detik. Posisi kedua sukses diraih oleh M. Ibnu Wahid Maulana (BSA Atletik) dengan waktu 17 menit 34,94 detik, sedangkan peringkat ketiga berhasil diraih oleh pelari tangguh Fahim Ribery Dimulya utusan dari SMA Al-Wildan 3 BSD City dengan waktu 17 menit 38,31 detik.
Persaingan ketat juga tersaji pada nomor lari 3.000 meter. Juara pertama berhasil diraih oleh Rizky utusan SMAN 2 Pandeglang dengan waktu 10 menit 31,48 detik. Posisi juara kedua diraih oleh Zahran Arrafi Yuzri Fazri yang mewakili MAN 1 Pandeglang (11 menit 17,80 detik), dan juara ketiga diraih dengan apik oleh Balkis Aulia Kohar dari SMAN 6 Pandeglang (11 menit 33,19 detik).
Turut hadir memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan SABP Cup V 2026 Pandeglang tersebut antara lain Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra) Doni Hermawan, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik Abdul Latif, Kabid Informasi Publik Dinas Kominfo Esih Suarsih, serta Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Pandeglang Dede Mulyati.


Tinggalkan Balasan