Ringkasan Berita
- Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar mengecam keras penggunaan ayat Al-Qur'an sebagai gimmick promosi minuman keras yang dianggap melecehkan kesucian agama.
- Tindakan tersebut dinilai tidak beradab dan melanggar norma kehidupan beragama di Indonesia karena menjadikan ayat suci sebagai komoditas bisnis.
- PB Mathla'ul Anwar mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
PB Mathla’ul Anwar meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa ini, termasuk memeriksa pihak yang merancang, memerintahkan, menyelenggarakan, dan menjalankan gimmick tersebut.
“Kami meminta polisi bertindak tegas. Jangan berhenti pada klarifikasi. Usut siapa yang bertanggung jawab dan proses secara hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran. Jangan sampai pembiaran hari ini menjadi preseden bahwa ayat-ayat suci boleh dipermainkan demi viralitas dan keuntungan bisnis,” tegasnya.
PB Mathla’ul Anwar juga meminta pihak penyelenggara dan pemilik atau pengelola promosi tersebut memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban secara terbuka kepada publik.
Jazuli menegaskan bahwa umat Islam harus menyikapi persoalan ini secara bermartabat dan menyerahkan proses hukum kepada aparat.
“Kami tidak menghendaki main hakim sendiri. Tetapi kami juga tidak akan diam ketika kesucian Al-Qur’an dipermainkan. Negara harus hadir. Hukum harus ditegakkan. Jangan jadikan agama sebagai bahan permainan untuk kepentingan komersial,” pungkas Jazuli Juwaini. (BP1).
advertisement


Tinggalkan Balasan